Dalam cerita...mungkin akan kau petik sebuah kebiasaan yang selalu kau perankan dalam sebuah opera kehidupanmu. Hingga kebiasaan itu terusik oleh seorang yang memang sebelumnya tak kau inginkan ada untukmu. Aku sendiri tak pernah inginkan sesuatu yang datang tiba-tiba, karena aku tau sesuatu yang datang tiba-tiba pasti pergi dengan tiba-tiba juga. Sebuah opera kehidupan dalam ceritaku ini adalah semua tentang seseorang yang membuatku gila dibuatnya, tokoh yang memang pernah datang kedalam kehidupanku sebelumnya, kemudian datang lagi, pergi, datang dan pergi...seperti itulah yang akan kau dengar dan akan kau perankan dan akan kau baca. Meski peranku memang sangat berguna untuk mendukung tokoh yang memang super duper keren itu.
Mulai darimana aku harus menceritakan semuanya? aku bingung...sebenarnya hari ini aku galau banget..galau berat karena tokoh itu. Seharusnya aku ga galau kayak gini..tapi harus bagaimana lagi.. kalo dalam lagu tuh..lagunya citra scholastika yang cocok buat aku. "ku galau karna ku masih mencintaimu" yah..begitulah sebuah cerita kali ini yang akan aku perankan bersama sebuah tokoh yang membuatku galau. Tahu tidak? sesuatu yang galau itu tidak menyakitkan hanya kita yang dibuatnya sakit jika kita masih mencintainya, dan itu benar sepertinya. Ketika patah hati mana ada sakit? yang ada senang jadi bebas itu, tapi yah...namanya juga cewe yah..masih ada aja..nangis-nangis dikit tuh wajarlah kalo lagi patah hati, namanya juga hatinya patah kan??pasti sakit..memangnya cowo?berusaha so tegar didepan cewe..dibelakang nangis2 juga tuh.. #heheh^^
Sembunyi dalam kamar dan tidak makan dalam
beberapa hari, sakit dan pikiran jadi gila, malas kemana-mana , ada yang ganggu
langsung sikaattt tebasss aja tuh..meleng dikit gawat tuh..itu cewe kalo lagi
patah hati...sensitifnya bisa lebih-lebih dari tokoh yang akan memerankannya.
Ketika kau tau sang tokoh memang terlalu banyak berperan aneh akhir-akhir
ini..dan itu membuatku lebih-lebih sangat khawatir.. kau tau jika sang tokoh
sakit?? berakhirlah semua sandiwara dan opera yang akan dimainkan...dia kan tokoh utama
sekaligus pencetus hati aku jadi begini. Aku
rasa menjalankan sebuah opera selama ini memang tidak mudah.. tapi memerlukan
beberapa sedikit keahlian tambahan yaitu dengan bersandiwara... coba kalian
tahu..sandiwara yang sebentar itu ga enak.. masa baru gini udah marah
lagi..masa baru aja gitu..udah seneng..balik lagi..trus jauh lagi.. dan mungkin
keuntunganku dalam opera ini adalah kesabaran yang tinggi dan juga ketabahan yang super ekstra hati-hati. Sebenarnya
kepercayaan juga perlu sih, dan aku memang memprioritaskan itu, entahlah dengan
sang tokoh utama?? Aku tidak mengetahui apa yang dikerjakan dia, dan diperankan
olehnya selalu saja samar, menurutku, tetapi memang karena aku terlalu percaya,
semuanya tidak ada yang tidak mungkin memang, sutradara kan masih ada
didalamnya, jangan pernah menyepelekan sutradara itu, dia tidak pernah salah
memberitakan pada kita sesuatu naskah yang indah, yang memang belum tentu
terwujud dengan sendirinya, sang tokoh mestinya mengerti apa yang telah
sutradara katakan, tapi dia tetap egois dan keras kepala, tapi aku hanya
bersabar saja selama ini.
Sudah beberapa saat berlalu dan
sudah beberapa hari peranya tidak berjalan dengan lancar, karena mungkin sudah
habis dan lelah sang tokoh bersandiwara, hingga ujung-ujungnya dia malah
membuat sebuah naskah menjadi gaje gitu (gaje=ga jelas). Untunglah aku tlah
keluar dari opera itu, meski memang sedikit permainan masih aku sukai
didalamnya, kebiasaan berperan dan bersandiwara menjadi kecintaanku pada sang
tokoh, entah apa yang telah dia lakukan pada naskah hingga aku tertarik
melakukan perannya, tapi yasudahlah, secara itu hanya permainan hidup dalam
opera, aku lakukan dengan segenap hati karena terlanjur aku terbuai dengan
naskah yang diberikan sang sutradara padaku, dan sang tokoh menarik itu,
akhirnya masuk juga. Sulit memang melepaskan suatu kebiasaan yang telah lama
aku lakukan, tapi aku mencoba untuk menghilangkannya, lagu geisha – lumpuhkan ingatanku
bagus juga untuk melepaskan semua kegalauanku, tapi hingga saat ini galau itu
ada, sebenarnya apa yang membuatku galau?? Sang tokohkan?? Sutradara?? Naskah? Atau
kehidupan bermain peran dan bersandiwara?? Hmmm...sudahlah..tak ada yang peru
dibahas lagi dalam naskah kali ini..pokoknya aku akan sembuhkan semua pemain
dalam opera dan mulai membentuk sekelompok orang-orang yang akan bermain opera
denganku lagi. Tapi untuk waktu dekat ini, aku masih belum bisa..rasanya sang
tokoh terus mencekoki ku dengan naskah-naskah yang aneh dan tak berujung,
bagaimana aku memainkannya dengan baik?? Naskahnya masih belum tertulis dan
belum diberikan dengan benar oleh sang sutradara..bagaimana ini?? Apa aku harus
terus bermain dengan naskah yang diberika sang tokoh??? Atau membuat naskah
baru yang belum tentu akan indah. Sepertinya aku memang pemain yang belum ahli
tentang soal ini, aku masih belajar untuk memainkannya dengan baik, dan
sutradara masih mengajariku betapa indahnya opera dan permainan sandiwaranya,
hingga tak pernah kuketaui bahwa kau terbuai didalamnya dan tak bisa kembali
lagi...
Trima kasih untuk sang tokoh,
Karenamu aku dapat belajar dan
bermain dengan baik diatas panggung opera..
Salam Sandiwara^^