Bungan itu telah layu,
Seperti hatiku yang rapuh,
Kaktus itu tetap kokoh,
Seperti itulah aku mampu bertahan,
Hiasan-hiasan didinding itu memudar,
Tapi kenangan dalam pikiran tak pernah pudar,
Dan akan kembali menebar ingatannya,
Hingga tak pernah kita sadari,
Hilang semua getir dalam diri,
Menghilang bak pasir terhempas angin,
Aku jera dengan semua ini,
Adakah tempatku untuk bermain?
Pulau itu tak berpenghuni,
Sperti itulah aku dahulu,
Hati ini belum ada yang mengisi,
Kesepian yang waktu itu aku anut,
Mengapa sunyi dan sepi itu ada,
Hingga hilanglah keramaian dalam diri,
Tak nampak seorangpun disana,
Hanya angin yang menyeringai pepohonan jati,
Tubuhku kini tak setegar dulu,
Tegarnya bagai pohon kaktus,
Tapi hati ini tetap tegar,
Meski cobaan datang bertubi-tubi menimpaku,
Bidadari itu datangnya dari langit,
Bila langit berpelangi, saat itulah ia muncul,
Warnanya menyilaukan mata hati,
Tapi indahnya tak bisa diungkapkan,
Sepi dan sunyi adalah hal yang berbeda,
Didalamnya ada satu arti tersembunyi,
Tapi aku tau semuanya,
Bahwa aku tak lagi sendiri disini,
Sabtu, 17 April 2010
PULSA......GRATIS!!!!!!!
huyy,,,smua!!!!
mau dapet pulsa gratis sambil ol,,,
ayoo,,daftar skrang disni,...
gampang bgt lohhh....
http://www.pulsagratisku.com/?id=ghifary 26
Kamis, 01 April 2010
"KAMI TAHU ITU"
Hentika semua ocehanmu,
Ocehanmu sangat tidak berguna,
Kami tak sudi untuk mendengarnya,
Omong kosong dengan semuanya,
Lempari dia???
Lempari dengan seribu tombak,
Caci maki dia???
Caci maki dengan mulut berludah,
Kami muak dengan semuanya,
Kami muak dengar ocehan malaikatmu,
Kami sudah tak ingin mendengar,
Telinga ini tak bersedia untuk mendengarnya,
Kami tahu itu.
Cemoohan tak kau pedulikan,
Kau enak-enak saja menikmati jamuan itu,
Tak peduli apa yang tlah kami rasakan,
Tak sudi kau akan berbagi penyakit dengan kami.
Kami tak seperti kau!!
Yang hanya bisa menambah nafsumu.
Dan menambah penyakit-penyakit dosamu.
Tidak malukah engkau??
Berjalan dengan seribu dosa?
Dosa manusia yg telah engkau bodohi,
Yang telah kau ambil jerih payahnya?
Apa kau masih punya akal dan pikiran???
Disini kami sangant meragukannya.
Mungkin kau tlah jual akal pikiranmu itu,
Dan menukar semuanya dengan dosa,
Persetan dengan omonganmu.
Bak bidadari yg datang dari khayangan,
Dan akhirnya berubah menjadi iblis keparat,
Iblis bermuka dua,
Kami tahu itu.
Kami tau kelakuanmu selama ini,,
kelakuan yg kau sembunyikan dibalik kursi itu,
Kami tahu!
Aku tahu semuanya,
Jangan kau anggap kami ini bodoh,
Manusia ingusan yg bisa kau suapi,
Tak sudi kami memakan arang dan baramu,
Jangan pernah kau remehkan kami semua,
Jangan anggap kami bisa kau cocoki dengan hasutanmu,
Maaf,kami hanya ingin kau tahu,
Azab tuhan telah memperlihatkannya padamu.
Langganan:
Postingan (Atom)
