Disinilah kita dapat mempelajari sejarah.
Musium ini adalah musium yang terletak di istana kasepuhan bogor yaitu istana yang dulunya dihuni oleh seorang sultan looohh..
kalian tau sultan apa???
sultan gunung jati,,atau yang terkenal disebut sunan gunung jati.
Di musium ini kita dapat mengetahui dan melihat keindahan suatu peninggalan terunik yaitu singa barong.,
yang katanya dulu itu adalah kendaraan seorang suna tersebut.,
singa barongnya itu masih asli loohh,,bukan replika, tetapi disana juga ada replikanya juga,
yaitu sering dipakai pada saat pawai-pawai kebudayaan atau pada saat acara tertentu,,baru bisa dipakai oleh sang penerus sunan tersebut,
pokoknya banyak deh benda-benda peninggalan dahulu yang ditinggalkan oleh para sunan dan penerusnya,
juga terdapa sebuah lukisan prabu siliwangi yang aneh.,
ingin tau keanehannya,,
ayo...look at video..
dijamin seruuu....hehe^^
Kamis, 30 Desember 2010
Sabtu, 25 Desember 2010
hal yang membuat aku kesal padanya..
hhmmm.,
ku harap hari yang menyenangkan sekarang ini,,
tapi sebenarnya tidak juga,,meski hati ga enak,,tapi harus tetap terlihat semangat oleh teman2ku,
meski tersembunyi,tetap saja terlihat,
kekecewaan yang datang tiba2,hingga aku tak bisa menentangnya,,
hufth.,saat hari itu aku membuka salah satu situs jejaring yang mungkin sering aku buka,,
aku menemukan kekecewaan \,sangat kecewa,,
kenapa harus aku yang kecewa,,seharusnya semua cewe kecewa donk,cewe yang dekat dengan dia maksudku,,
tapi aku tidak terlalu dekat,,tapi aku sering berharap dekat denganya,
ternyata bukan hanya aku saja yang dia sebut sister atau apalah,,kata sapaan yang baik untuk adik,
tapi artinya adik khayalan yang ada di dunia maya,enath itu benar atau tidak,
aku tidak peduli,tapi aku tetap meladeninya,.dan ternyata aku terjerumus juga akhirnya..
enatah ada angin apa..atau apa,,saat aku melihat itu,,sontak kaget aku melihatnya,,memang aku tak tahu itu benar atau tidak,,
tapi,,kenapa hati ini sakit melihatnya ya..ohh no..what happen to me,,?dlam hati aku berkata begitu..
apakah memang ini perasaan aku,??atau hanya ..bla..bla..bla..ahhh,,aku tak mengerti,,
dari saat itu,,aku bersikap aneh,,
aku benci dirinya,,aku tak pernah koment di statusnya,,atau dinding,,atau apalah yang disebut itu..
aku juga malas untuk bls sms'nya,,
pokoknya aku benci dia,, sampai[sampai aku ingin menutup akunku.,
hingga temanku berkata,,"kau aneh hari ini"
entahlah,apa yang membuat aku seperti ini,,mungkin dia,,aku rasanya seperti ingin sendiri,,diam,,sedih,,menangis,,enatah apalah itu,,,kalau aku memikirkan dia,.
what wrong with me???
akhh,,namun sekarang rasa kesal ku itu mulai terobati dan aku lebih berpikir matang lagi,,
mungkin waktu itu aku terlalu menggangapnya penting dan berarti,,tapi sekarang,,ya sudahlah (bondanpun bernyanyi) lepaskan semua penat,...
hilangkan dia dari pikiranku,,dan berpositif thinking..that make me fine,,maybe..
sampai sekarang,,aku belum bisa menerimanya kembali,..
masih kesaalll,,,sangat..saanngaatt...kesaaalll...tapi aku masih sayang dia,,hehhehe^^ (alay aku)
kalian tau apa yang aku kecewakan dari dia????
(answer here)
ku harap hari yang menyenangkan sekarang ini,,
tapi sebenarnya tidak juga,,meski hati ga enak,,tapi harus tetap terlihat semangat oleh teman2ku,
meski tersembunyi,tetap saja terlihat,
kekecewaan yang datang tiba2,hingga aku tak bisa menentangnya,,
hufth.,saat hari itu aku membuka salah satu situs jejaring yang mungkin sering aku buka,,
aku menemukan kekecewaan \,sangat kecewa,,
kenapa harus aku yang kecewa,,seharusnya semua cewe kecewa donk,cewe yang dekat dengan dia maksudku,,
tapi aku tidak terlalu dekat,,tapi aku sering berharap dekat denganya,
ternyata bukan hanya aku saja yang dia sebut sister atau apalah,,kata sapaan yang baik untuk adik,
tapi artinya adik khayalan yang ada di dunia maya,enath itu benar atau tidak,
aku tidak peduli,tapi aku tetap meladeninya,.dan ternyata aku terjerumus juga akhirnya..
enatah ada angin apa..atau apa,,saat aku melihat itu,,sontak kaget aku melihatnya,,memang aku tak tahu itu benar atau tidak,,
tapi,,kenapa hati ini sakit melihatnya ya..ohh no..what happen to me,,?dlam hati aku berkata begitu..
apakah memang ini perasaan aku,??atau hanya ..bla..bla..bla..ahhh,,aku tak mengerti,,
dari saat itu,,aku bersikap aneh,,
aku benci dirinya,,aku tak pernah koment di statusnya,,atau dinding,,atau apalah yang disebut itu..
aku juga malas untuk bls sms'nya,,
pokoknya aku benci dia,, sampai[sampai aku ingin menutup akunku.,
hingga temanku berkata,,"kau aneh hari ini"
entahlah,apa yang membuat aku seperti ini,,mungkin dia,,aku rasanya seperti ingin sendiri,,diam,,sedih,,menangis,,enatah apalah itu,,,kalau aku memikirkan dia,.
what wrong with me???
akhh,,namun sekarang rasa kesal ku itu mulai terobati dan aku lebih berpikir matang lagi,,
mungkin waktu itu aku terlalu menggangapnya penting dan berarti,,tapi sekarang,,ya sudahlah (bondanpun bernyanyi) lepaskan semua penat,...
hilangkan dia dari pikiranku,,dan berpositif thinking..that make me fine,,maybe..
sampai sekarang,,aku belum bisa menerimanya kembali,..
masih kesaalll,,,sangat..saanngaatt...kesaaalll...tapi aku masih sayang dia,,hehhehe^^ (alay aku)
kalian tau apa yang aku kecewakan dari dia????
(answer here)
Kamis, 04 November 2010
Katakan aku.,Bukan kamu!!
Katakan itu bukan aku
Karena aku bukan kamu
Ucapkan bila itu aku
Karena aku adalah kamu
Aku tidak mengerti kamu
Karena kamu bukan aku
Aku tidak mengenal kamu
Karena kamu bukanlah aku
Bukan aku dan kamu
Juga bukan dia dan engkau
Tapi aku dan kamu
Adalah dia dan engkau
Engkau seperti aku
Aku yang seperti dia
Dan engkau itu aku
Sebab aku bukan dia
Aku engkau dia dan kamu
Berbisik tentang aku
Engkau mencela aku
Dan marah pada kamu
Aku adalah engkau
Engkau adalah dia
Dan kamu adalah aku
Bertumpuk menjadi satu
Jumat, 01 Oktober 2010
Keindahan Keraton Kasepuhan Cirebon (Peninggalan Sunan Gunung Jati)
Pernahkah anda mengunjungi satu objek wisata berikut ini??
jika tidak,,,cobalah bila ada kesempatan untuk bermain ke keraton ini,,
keraton ini berdiri pada tahun 1529 oleh Panembahan Ratu Pakungwati I (1526-1649)
keraton ini juga termasukkeratonterbesar dan tertua di indonesia,.
jika kita mengunjungi keraton ini, kita akan dipandu oleh guide'nya yang menjelaskan beberapasilsilah keraton ini.,
seperti peninggalan-peningalanya dan juga silsilah turun-temurun sunan yang menempati keraton tersebut.,
sampai sekarang masih ada loohhhh,,anak cicitnya,,hehe^^
sambilmelihat keindahan,bermain, disana kita juga mendapatkan wawasan tentang sejarah-sejarah pada masa sunan gunung jati.,jadi sekaligus untuk mengetahui sejarah.
disana kita akan mengunjungi musium barang antik dan musium singa barong.,juga dapat masuk ke keratonnya loohh,,,indaaahhh banggeettss,,,^^
so,,daripada main-main ga jelas,,mending kita belajar sejarah disana.,"D
juag sekaligus bisa kuliner loohh,,buat anak2 remaja,,harga jajananya murah-murah dan enak2,,,manntapp dahhh...!!^^
come on try it,,!!
jika tidak,,,cobalah bila ada kesempatan untuk bermain ke keraton ini,,
keraton ini berdiri pada tahun 1529 oleh Panembahan Ratu Pakungwati I (1526-1649)
keraton ini juga termasukkeratonterbesar dan tertua di indonesia,.
jika kita mengunjungi keraton ini, kita akan dipandu oleh guide'nya yang menjelaskan beberapasilsilah keraton ini.,
seperti peninggalan-peningalanya dan juga silsilah turun-temurun sunan yang menempati keraton tersebut.,
sampai sekarang masih ada loohhhh,,anak cicitnya,,hehe^^
sambilmelihat keindahan,bermain, disana kita juga mendapatkan wawasan tentang sejarah-sejarah pada masa sunan gunung jati.,jadi sekaligus untuk mengetahui sejarah.
disana kita akan mengunjungi musium barang antik dan musium singa barong.,juga dapat masuk ke keratonnya loohh,,,indaaahhh banggeettss,,,^^
so,,daripada main-main ga jelas,,mending kita belajar sejarah disana.,"D
juag sekaligus bisa kuliner loohh,,buat anak2 remaja,,harga jajananya murah-murah dan enak2,,,manntapp dahhh...!!^^
come on try it,,!!
Kamis, 09 September 2010
Minggu, 05 September 2010
MENGGENGGAM TUHAN
takkan kuhentikan gerak langakahku.,
sampai aku menemukan jalanku disana,,
takkan aku hentikan hempasan nafasku,,
sampai aku mendapatkan ridhomu,,
hari ini,,
ataukah nanti,,
ku akan tetap beriman padamu,,
opda satu zat terkuat..
yaitu engkau,,yaa allah.,.,
indah semilir kehidapan yang engakau hadirkan di dunia,,
tapi lebih indah dalam surgamu.,.
tak dapa kuhentakan kaki dalam surgamu,,
jika aku masih terlumuri dosa,
hidupkan aku,,
hidupkan dalam dunia yang penuh ridhomu,,
matikan aku,,
mati dalam pelukan rahmatmu,,
sampai aku menemukan jalanku disana,,
takkan aku hentikan hempasan nafasku,,
sampai aku mendapatkan ridhomu,,
hari ini,,
ataukah nanti,,
ku akan tetap beriman padamu,,
opda satu zat terkuat..
yaitu engkau,,yaa allah.,.,
indah semilir kehidapan yang engakau hadirkan di dunia,,
tapi lebih indah dalam surgamu.,.
tak dapa kuhentakan kaki dalam surgamu,,
jika aku masih terlumuri dosa,
hidupkan aku,,
hidupkan dalam dunia yang penuh ridhomu,,
matikan aku,,
mati dalam pelukan rahmatmu,,
Sabtu, 17 April 2010
- PERGI DARI KESENDIRIAN -
Bungan itu telah layu,
Seperti hatiku yang rapuh,
Kaktus itu tetap kokoh,
Seperti itulah aku mampu bertahan,
Hiasan-hiasan didinding itu memudar,
Tapi kenangan dalam pikiran tak pernah pudar,
Dan akan kembali menebar ingatannya,
Hingga tak pernah kita sadari,
Hilang semua getir dalam diri,
Menghilang bak pasir terhempas angin,
Aku jera dengan semua ini,
Adakah tempatku untuk bermain?
Pulau itu tak berpenghuni,
Sperti itulah aku dahulu,
Hati ini belum ada yang mengisi,
Kesepian yang waktu itu aku anut,
Mengapa sunyi dan sepi itu ada,
Hingga hilanglah keramaian dalam diri,
Tak nampak seorangpun disana,
Hanya angin yang menyeringai pepohonan jati,
Tubuhku kini tak setegar dulu,
Tegarnya bagai pohon kaktus,
Tapi hati ini tetap tegar,
Meski cobaan datang bertubi-tubi menimpaku,
Bidadari itu datangnya dari langit,
Bila langit berpelangi, saat itulah ia muncul,
Warnanya menyilaukan mata hati,
Tapi indahnya tak bisa diungkapkan,
Sepi dan sunyi adalah hal yang berbeda,
Didalamnya ada satu arti tersembunyi,
Tapi aku tau semuanya,
Bahwa aku tak lagi sendiri disini,
Seperti hatiku yang rapuh,
Kaktus itu tetap kokoh,
Seperti itulah aku mampu bertahan,
Hiasan-hiasan didinding itu memudar,
Tapi kenangan dalam pikiran tak pernah pudar,
Dan akan kembali menebar ingatannya,
Hingga tak pernah kita sadari,
Hilang semua getir dalam diri,
Menghilang bak pasir terhempas angin,
Aku jera dengan semua ini,
Adakah tempatku untuk bermain?
Pulau itu tak berpenghuni,
Sperti itulah aku dahulu,
Hati ini belum ada yang mengisi,
Kesepian yang waktu itu aku anut,
Mengapa sunyi dan sepi itu ada,
Hingga hilanglah keramaian dalam diri,
Tak nampak seorangpun disana,
Hanya angin yang menyeringai pepohonan jati,
Tubuhku kini tak setegar dulu,
Tegarnya bagai pohon kaktus,
Tapi hati ini tetap tegar,
Meski cobaan datang bertubi-tubi menimpaku,
Bidadari itu datangnya dari langit,
Bila langit berpelangi, saat itulah ia muncul,
Warnanya menyilaukan mata hati,
Tapi indahnya tak bisa diungkapkan,
Sepi dan sunyi adalah hal yang berbeda,
Didalamnya ada satu arti tersembunyi,
Tapi aku tau semuanya,
Bahwa aku tak lagi sendiri disini,
PULSA......GRATIS!!!!!!!
huyy,,,smua!!!!
mau dapet pulsa gratis sambil ol,,,
ayoo,,daftar skrang disni,...
gampang bgt lohhh....
http://www.pulsagratisku.com/?id=ghifary 26
Kamis, 01 April 2010
"KAMI TAHU ITU"
Hentika semua ocehanmu,
Ocehanmu sangat tidak berguna,
Kami tak sudi untuk mendengarnya,
Omong kosong dengan semuanya,
Lempari dia???
Lempari dengan seribu tombak,
Caci maki dia???
Caci maki dengan mulut berludah,
Kami muak dengan semuanya,
Kami muak dengar ocehan malaikatmu,
Kami sudah tak ingin mendengar,
Telinga ini tak bersedia untuk mendengarnya,
Kami tahu itu.
Cemoohan tak kau pedulikan,
Kau enak-enak saja menikmati jamuan itu,
Tak peduli apa yang tlah kami rasakan,
Tak sudi kau akan berbagi penyakit dengan kami.
Kami tak seperti kau!!
Yang hanya bisa menambah nafsumu.
Dan menambah penyakit-penyakit dosamu.
Tidak malukah engkau??
Berjalan dengan seribu dosa?
Dosa manusia yg telah engkau bodohi,
Yang telah kau ambil jerih payahnya?
Apa kau masih punya akal dan pikiran???
Disini kami sangant meragukannya.
Mungkin kau tlah jual akal pikiranmu itu,
Dan menukar semuanya dengan dosa,
Persetan dengan omonganmu.
Bak bidadari yg datang dari khayangan,
Dan akhirnya berubah menjadi iblis keparat,
Iblis bermuka dua,
Kami tahu itu.
Kami tau kelakuanmu selama ini,,
kelakuan yg kau sembunyikan dibalik kursi itu,
Kami tahu!
Aku tahu semuanya,
Jangan kau anggap kami ini bodoh,
Manusia ingusan yg bisa kau suapi,
Tak sudi kami memakan arang dan baramu,
Jangan pernah kau remehkan kami semua,
Jangan anggap kami bisa kau cocoki dengan hasutanmu,
Maaf,kami hanya ingin kau tahu,
Azab tuhan telah memperlihatkannya padamu.
Senin, 22 Februari 2010
Dia yang menjadikan aku begini!!!!
"Hidup adalah suatu yang sangat berharga bagi kita. Hidup hanya sekali, tapi masih ada kehidupan lain yang lebih abadi daripada kehidupan di bumi ini, dan itu membuat kita berharap".
Kala itu sebuah truk melintas didepan mataku, dan mataku terasa pedih karena asap yang mengepul mengibas kedalam mataku.Aku sedikit mengerlipkan mataku dan mengusapnya dengan tangan mungilku. Setelah truk itu melintas didepanku, aku mulai berjalan menyebrangi jalanan itu, dengan hati-hati kupijakan kakiku diatas aspal yang panas dengan tanpa alas kaki, tapi itu memang hal yang sudah biasa aku rasakan, dan itu tak membuatku jera melakukan hal tersebut setiap hari, dengan semangat aku dapat menjalani hariku tanpa batasan.
Hari itu matahari rasanya sudah membakar tubuh mungilku, hingga aku menjadi seperti ikan yang dipanggang gosong dalam pemanggang, tapi rasa itu tetap nikmat untuk anak sepertiku yang sedang kelaparan. Entahlah, aku tak menyadari hal tersebut.
Kulihat pedagang koran di pinggir kios itu, sangat rajin membaca koran jualannya tiap hari, mungkin dia tidak akan pernah melewatkan berita terkini tentang negara-negara di dunia yang megah ini, tapi mengapa dia tak pernah menjadi seorang yang ia harapkan. Membaca dapat membuat kita pintar?ada apa dengan slogan itu??hingga kita mempercayai itu, buktinya tukang koran yang sering membaca itu tak pintar-pintar. Dia masih tetap menjadi tukang koran, ataukah nasibnya yang tidak mujur?. Entahlah...dunia ini begitu rumit untuk kita pelajari seluruh isinya, dimulai dari sejarah bumi lahir, makhluk bersel satu mulai muncul dan akhirnya terbentuk makhluk primata yang menyerupai manusia dan sempurnalah kita menjadi seperti ini, konsep darwin yang telah lekat di otak kita, ‘MONYET’.
Hmm...aku berjalan mendekati mobil-mobil pejabat tinggi yang bertengger di lampu merah. Mereka lebih senang bila pintu mobilnya ditutup, mungkin karena didalmnya juga sudah terdapat AC jadi mereka tidak perlu menghirup udara kotor dari luar. Mana mau mereka membuka pintu jendela mobilnya jika tidak kita ketuk jendelanya, tapi dengan wajah yang memelas dan langsung mendendangkan lagu tentunya, memang aku bukan pengamen yang handal seperti mereka yang sudah senior-senior, tapi mungkin itu juga cukup seimbang dengan karierku dan karier mereka untuk mencari uang yang sesuai dengan kebutuhan.
Matahari kini mulai lelah memancarkan sinarnya, dia bersembunyi dibalik awan-awan yang mendung seperti seorang wajah wanita arab yang cantik yang tersembunyi dibalik cadarnya, begitu tersembunyi hingga kita sangat penasaran dengan wajah didalamnya. Hari itu mulai mendung dengan datangnya segerombolan awan kumolonimbus yang membawa titik-titik air dari laut dan ingin segera menumpahkannya di daerah yang dikehendaki karena tidak kuat lagi menahan butiran titik-titik air itu. Cuaca akhir-akhir ini memang sudah tak tentu karena banyak alat-alat manusia yang sudah merusak alam ini hingga cuacapun menjadi tak tentu untuk diketahui badan pengamat cuaca(BMG). Banyak sekali bencana yang datang sekarang ini, hingga separuh bagian dari pulau ini pun sudah tak bisa menahan berat yang terlalu lama diatasnya.
Titik-titik air hujan mulai membasahi bagian atas kepalaku. Aku mendongakkan kepalaku keatas dan merasakan tetesan air itu mulai membasahi sebagian badanku, dan aku mulai beranjak ke sebuah halte yang berada didekat jalan itu, dan orang-orangpun yang sedang beraktifitas mulai merasa perlu untuk berteduh dan menghindari diri dari hujan tersebut. Awan sudah tak kuat menahan beban berat yang dibawanya dari laut dan ingin sekali menumpahkannya ditempat yang memang seharusnya dibersihkan oleh air, karena kota itu memang sangat kotor. Akhir-akhir ini para pemungut sampah sudah tak bekerja lagi, karena pemerintah tak inginkan mereka terlihat di kota metropolis ini. Padahal mereka adalah penyelamat kita, buktinya tanpa mereka sampah dimana-mana tak terurus, hingga banjirpun sudah menjadi pengunjung rutin kita yang harus disuguhi, dan itu dapat merugikan kita. Hmm...disimpan dimana otak-otak pejabat pemerintah yang seperti itu??di dengkul??biasa??, tapi mungkin sudah ada di bokongnya, karena mereka sudah terlalu lama duduk di kursi DPR yang hanya ingin disuapi saja, dan tak pernah ingin makan sendiri. Tapi itu mungkin hanya sebagian dari pemerintahan yang bersih. Sudahlah, tak perlu diperpanjang.
Hujan kini sudah tak bersahabat lagi, awan hitam itu telalu ganas menurunkan titik-titik air hujan, hingga petir terasa menyambar gedung-gedung pencakar langit. Hujan deras seperti ini memang sudah biasa, tetapi lihatlah akibat yang ditimbulkan oleh hujan ini,,air dimana-mana, pohon-pohon yang menghuni kota ini kini sudah tidak bisa menahan derasnya air yang meluap dari sungai-sungai yang tersumbat, terlalu banyak beban yang dipikul, tak ada yang pernah tau bahwa bumipun sudah merasa berat menahan manusia dan isinya untuk berada hidup di kerak bumi. Padahal bumipun ingin marah dan meluapkan yang ada didalamnya pada manusia agar berakhirlah kehidupan ini, tapi apa daya tuhan belum memerintahkan bumi untuk meluapkan itu semua, karena kehendaknya yang sangat kuat, memegang teguh semua yang ada di alam semesta ini dan mengaturnya sedemikian rupa, hingga sampai saat ini semua tetap berjalan pada porosnya, bumi masih teratur mengelilingi matahari dan tidak bertabrakan dengan planet ain. Semua kuasanya.
Tidak terasa air pun kini sudah menggenangi sebagian kota itu dan memporak-porandakan seluruh isi dikota itu, para masyarakat miskin yang berumah dekat bantaran sungai pun mulai panik dan mulai berteriak-teriak meminta bantuan,”tolong-tolong!” para warga disana memang sudah biasa menghadapi hal tersebut tapi apa daya kedatangannya tak dapat diketahui dan secara tiba-tiba, semua hancur, rumah mereka terbawa arus air yang meluap disungai, diatas jembatan, lalu lintas makin tak terkendali, air meluap sampai jalanan dan aspalpun terendam. Mobil-mobil merci para pejabat yang melewat sudah tak bersih dan cemerlang lagi, mobil itu sudah dikotori dengan air selokan yang sangat kotor dengan sampah, hingga macetpun tak terkirakan, mereka yang berada di mobil terjebak didalamnya dan tak bisa melakukan apa-apa. Air semakin tinggi saja menggenangi daratan. Para petugas pembantu yang ada mengeluarkan perahu pembantu untuk mengangkat barang-barang warga yang tergenang.
Seketika aku ingat sesuatu tentang kelurgaku sewaktu itu,,
***Banjirlah yang menyebabkan aku, ayahku dan ibuku juga adik perempuanku hilang. Entah kemana mereka hingga aku ditinggalkan sendiri ditempat pengungsian. Entah kemana mereka, aku tidak tau, karena waktu itu aku baru berusia 6 tahun. Dan darisanalah aku telah kehilangan mereka. Aku tak tahu mereka dimana,,aku tak tahu apakah mereka masih hidup atau mati,,hmm..sudahlah mungkin itu memang sudak takdirku. Sesaat itu,di pengungsian aku sendiri, menangis, tak tahu harus apa yang aku lakukan, orang-orang tak memperdulikan aku, mereka sibuk sendiri dengan kesibukannya masing-masing. Tapi seseorang wanita yang masih muda, mungkin sekitar 18 tahun, dia mendekati aku dan menggendongku. Aku menatapnya lekat dan saat itu aku berhenti dari tangisku, ada cahaya yang terpancar diwajahnya. Aku dibawa kesuatu tempat dan dia merayuku dan membuatku senang, hingga aku hanyut dalam pelukkanya yang hangat, dan saat itu manita itu membawaku dia merawat aku pada saat itu. Aku hidup bersamanya, dan kedamaian itu selalu ada pada diriku. Tapi tak terlalu lama dari kejadian itu, yaitu setelah satu tahun bersama wanita itu, saat aku sedang bermain dengan teman sebayaku. Aku melihat wanita itu bersama seorang lelaki, lelaki yang sangat tampan, dan dia seperti oarang yang sangat terpandang. Wanita itu bercakap-cakap dengan lelaki itu. Meraka hanyut dalam obrolan tersebut hingga tak tahu bahwa aku sudah berada mendekati wanita itu, tapi wanita itu menyuruhku untuk pergi dari sana, tapi aku memaksa, karena aku sangat lapar dan ingin disuapinya seperti biasa, tapi apa yang kudapatkan saat itu, wanita itu mencelaku dan mendorongku hingga aku terjatuh, aku sedih, aku tak kuat menahan tangisan itu dan aku pergi menjauh darinya.
Mengapa malaikat itu kini sudah berubah menjadi iblis. Yang tadinya manis dan sangat memperhatikanku kini dia malah membiarkanku dan jahat padaku. Apa lelaki itu sudah membuatnya berubah menjadi iblis??, apa yang dilakukan lelaki itu hingga aku tak dapat menemui malaikatku lagi?. Aku menangis dekat sungai yang penuh dengan sampah-sampah itu. Aku memikirkan sesuatu. Aku ingin lelaki itu pergi dari malaikatku dan aku ingin kembali pada pangkuan malaikatku, dan aku mulai memikirkan cara supaya lelaki itu tak mendekati malaikatku. Aku mengambil beberapa batu kerikil dari sungai itu dan pergi menuju tempat malaikatku bercumbu dengan iblis sialan itu. Aku melemparkan satu persatu kerikil kearah mukanya, dan kerikil itupun bersarang dikening lelaki itu dan melukai kening laki-laki itu. Saat itu aku tidak sempat sembunyi dan malaikat wanita itupun mengetahui bahwa aku yang melemparkan batu tersebut, dan musnahlah semua harapanku. Wanita itu murka, malaikat itu kini sudah benar-benar menjelma menjadi iblis yang sangat kejam, kata-kata dan teriakannya memanggil namaku dan suaranya memekakan telingaku.
”aku ketauan,,oh tidak!”
Dia membentak aku seperti bom atom yang meledak saat perang dunia kedua terjadi. Saat pesawat-pesawat amerika menyerang kota hiroshima dan nagasaki. Kini wanita itu sudah tak kenal mana kawan dan lawan. Padahal yang ia marahi adalah aku, aku yang dia rawat selama satu tahun, belum cukupkah wanita itu sadar akan aku yang selalu menemaninya dan menjadi temannya disaat sepi?, entahlah...hanya hati dialah yang tak bergerak menyambutku. Kini pukulan dan tinjuannya mulai mendarat di pipi sebelah kananku dan di badanku. Aku disiksa bagai TKI di negeri orang yang melakukan kesalahan dirumah tuannya. Dan aku hanya bisa menjerit dan menangis kesakitan. Aku hanya seorang anak kecil yang tak tau apa-apa, ternyata wanita malaikat itu begitu tega melakukan itu terhadapku. Aku tak pernah mengetahui sikap ini ada dalam dirinya. Aku hanya dapat berharap, ini adalah mimpi sesaat dan aku dapat bangun dari mimpi yang gila ini.
Aku dibawa kekamarnya dan dia mengunciku disana, digubuk kecil itu.
Dan dalam gubuk itu aku sempat melihat wanita itu pergi dengan lelaki itu dan meninggalkan aku sendiri disana. Dan aku tak tau mereka akan pergi kemana. Sekarang aku sudah tak memperdulikan wanita itu lagi. Tangan kananku sakit, tangan kananku sedikit meneteskan darah dan itu membuat aku merintih kesakitan diranjang kecil bekas wanita itu, dan perlahan-lahan sakit itu mulai hilang dan akupun tertidur diatas ranjang itu, hingga tak merasakan sakit itu.
*** Allahu akbar-allahu akbar
Lailahaillahaillaulah,,
Suara adzan subuh berkumandang dari daerah selatan perumahan yang padat penduduk tersebut,,aku terbangun dari tidurku, aku tersadar, aku melihat kesekeliling ruangan itu, rasa pegal dan sakit dibadan masih terasa dan malah sudah menjalar kemana-mana.
Aku pergi menuju pintu dan ingin membukanya, ternyata terkunci. Aku berteriak memanggil nama wanita itu,tapi tiada menyahut juga. Aku baru menyadari bahwa wanita itu sedang pergi dengan lelaki itu, padahal aku harap kejadian itu adalah hanya mimpi, tetapi itu benar-benar terjadi. Tak dapat kubayangkan, aku terjebak dalam gubuk itu, tak bisa keluar darisana, dan aku tak tau harus bagaimana. Meminta tolong??pada siapa aku akan meminta tolong??gubuk itu jauh dari perumahan penduduk dan aku tk bisa apa-apa. Apakah aku akan mati membusuk kelaparan disani??
”oh tidak!!”
Aku mencoba mengoyak-ngoyakkan gubuk yang terbuat hanya dari bambu anyaman tersebut, tapi terlalu kuat untuk anak kecil sepertiku. Aku mencari benda tajam disekitar rungan itu. Dan aku menemukan sebuah silet kecil dan mencoba memotong bambu-bambu yang sudah rusak oleh rayap, hingga akhirnya...bambu itu sedikit demi sedikit terbuka dan aku bisa keluar dari gubuk itu,
“alhamdulillah ya allah!”
Tapi diluarsana apa yang dapat aku lakukan?. Apakah aku bisa hidup sendiri di negeri yang sudah seperti hutan ini?. Dimana yang kuat dan kaya bisa berkuasa seenaknya saja memerintahkan orang-orang miskin sepertiku. Entahlah...hanya Allah yang tau. Tapi Allah telah membimbingku keluar dari gubuk itu, berarti dia masih inginkan aku untuk hidup dibumi ini.***
Begitulah ceritaku itu, hingga sampai sekarang aku masih hidup berada di kota ini dengan susah payah dan dengan pengorbanan yang sangat besar, tapi ceritaku tidak habis sampai disana masih banyak liku kehidupanku yang aku alami setelah aku ditinggal oleh wanita malaikat yang berubah menjadi iblis itu. Aku masih hidup dibumi ini karena pertolongan seseorang, dia menjadikan aku seperti sekarang ini,tapi jauh dari kehidupanku sebelumnya, aku sangat menderita sekali melebihi dari ini.
-SELESAI-
Kala itu sebuah truk melintas didepan mataku, dan mataku terasa pedih karena asap yang mengepul mengibas kedalam mataku.Aku sedikit mengerlipkan mataku dan mengusapnya dengan tangan mungilku. Setelah truk itu melintas didepanku, aku mulai berjalan menyebrangi jalanan itu, dengan hati-hati kupijakan kakiku diatas aspal yang panas dengan tanpa alas kaki, tapi itu memang hal yang sudah biasa aku rasakan, dan itu tak membuatku jera melakukan hal tersebut setiap hari, dengan semangat aku dapat menjalani hariku tanpa batasan.
Hari itu matahari rasanya sudah membakar tubuh mungilku, hingga aku menjadi seperti ikan yang dipanggang gosong dalam pemanggang, tapi rasa itu tetap nikmat untuk anak sepertiku yang sedang kelaparan. Entahlah, aku tak menyadari hal tersebut.
Kulihat pedagang koran di pinggir kios itu, sangat rajin membaca koran jualannya tiap hari, mungkin dia tidak akan pernah melewatkan berita terkini tentang negara-negara di dunia yang megah ini, tapi mengapa dia tak pernah menjadi seorang yang ia harapkan. Membaca dapat membuat kita pintar?ada apa dengan slogan itu??hingga kita mempercayai itu, buktinya tukang koran yang sering membaca itu tak pintar-pintar. Dia masih tetap menjadi tukang koran, ataukah nasibnya yang tidak mujur?. Entahlah...dunia ini begitu rumit untuk kita pelajari seluruh isinya, dimulai dari sejarah bumi lahir, makhluk bersel satu mulai muncul dan akhirnya terbentuk makhluk primata yang menyerupai manusia dan sempurnalah kita menjadi seperti ini, konsep darwin yang telah lekat di otak kita, ‘MONYET’.
Hmm...aku berjalan mendekati mobil-mobil pejabat tinggi yang bertengger di lampu merah. Mereka lebih senang bila pintu mobilnya ditutup, mungkin karena didalmnya juga sudah terdapat AC jadi mereka tidak perlu menghirup udara kotor dari luar. Mana mau mereka membuka pintu jendela mobilnya jika tidak kita ketuk jendelanya, tapi dengan wajah yang memelas dan langsung mendendangkan lagu tentunya, memang aku bukan pengamen yang handal seperti mereka yang sudah senior-senior, tapi mungkin itu juga cukup seimbang dengan karierku dan karier mereka untuk mencari uang yang sesuai dengan kebutuhan.
Matahari kini mulai lelah memancarkan sinarnya, dia bersembunyi dibalik awan-awan yang mendung seperti seorang wajah wanita arab yang cantik yang tersembunyi dibalik cadarnya, begitu tersembunyi hingga kita sangat penasaran dengan wajah didalamnya. Hari itu mulai mendung dengan datangnya segerombolan awan kumolonimbus yang membawa titik-titik air dari laut dan ingin segera menumpahkannya di daerah yang dikehendaki karena tidak kuat lagi menahan butiran titik-titik air itu. Cuaca akhir-akhir ini memang sudah tak tentu karena banyak alat-alat manusia yang sudah merusak alam ini hingga cuacapun menjadi tak tentu untuk diketahui badan pengamat cuaca(BMG). Banyak sekali bencana yang datang sekarang ini, hingga separuh bagian dari pulau ini pun sudah tak bisa menahan berat yang terlalu lama diatasnya.
Titik-titik air hujan mulai membasahi bagian atas kepalaku. Aku mendongakkan kepalaku keatas dan merasakan tetesan air itu mulai membasahi sebagian badanku, dan aku mulai beranjak ke sebuah halte yang berada didekat jalan itu, dan orang-orangpun yang sedang beraktifitas mulai merasa perlu untuk berteduh dan menghindari diri dari hujan tersebut. Awan sudah tak kuat menahan beban berat yang dibawanya dari laut dan ingin sekali menumpahkannya ditempat yang memang seharusnya dibersihkan oleh air, karena kota itu memang sangat kotor. Akhir-akhir ini para pemungut sampah sudah tak bekerja lagi, karena pemerintah tak inginkan mereka terlihat di kota metropolis ini. Padahal mereka adalah penyelamat kita, buktinya tanpa mereka sampah dimana-mana tak terurus, hingga banjirpun sudah menjadi pengunjung rutin kita yang harus disuguhi, dan itu dapat merugikan kita. Hmm...disimpan dimana otak-otak pejabat pemerintah yang seperti itu??di dengkul??biasa??, tapi mungkin sudah ada di bokongnya, karena mereka sudah terlalu lama duduk di kursi DPR yang hanya ingin disuapi saja, dan tak pernah ingin makan sendiri. Tapi itu mungkin hanya sebagian dari pemerintahan yang bersih. Sudahlah, tak perlu diperpanjang.
Hujan kini sudah tak bersahabat lagi, awan hitam itu telalu ganas menurunkan titik-titik air hujan, hingga petir terasa menyambar gedung-gedung pencakar langit. Hujan deras seperti ini memang sudah biasa, tetapi lihatlah akibat yang ditimbulkan oleh hujan ini,,air dimana-mana, pohon-pohon yang menghuni kota ini kini sudah tidak bisa menahan derasnya air yang meluap dari sungai-sungai yang tersumbat, terlalu banyak beban yang dipikul, tak ada yang pernah tau bahwa bumipun sudah merasa berat menahan manusia dan isinya untuk berada hidup di kerak bumi. Padahal bumipun ingin marah dan meluapkan yang ada didalamnya pada manusia agar berakhirlah kehidupan ini, tapi apa daya tuhan belum memerintahkan bumi untuk meluapkan itu semua, karena kehendaknya yang sangat kuat, memegang teguh semua yang ada di alam semesta ini dan mengaturnya sedemikian rupa, hingga sampai saat ini semua tetap berjalan pada porosnya, bumi masih teratur mengelilingi matahari dan tidak bertabrakan dengan planet ain. Semua kuasanya.
Tidak terasa air pun kini sudah menggenangi sebagian kota itu dan memporak-porandakan seluruh isi dikota itu, para masyarakat miskin yang berumah dekat bantaran sungai pun mulai panik dan mulai berteriak-teriak meminta bantuan,”tolong-tolong!” para warga disana memang sudah biasa menghadapi hal tersebut tapi apa daya kedatangannya tak dapat diketahui dan secara tiba-tiba, semua hancur, rumah mereka terbawa arus air yang meluap disungai, diatas jembatan, lalu lintas makin tak terkendali, air meluap sampai jalanan dan aspalpun terendam. Mobil-mobil merci para pejabat yang melewat sudah tak bersih dan cemerlang lagi, mobil itu sudah dikotori dengan air selokan yang sangat kotor dengan sampah, hingga macetpun tak terkirakan, mereka yang berada di mobil terjebak didalamnya dan tak bisa melakukan apa-apa. Air semakin tinggi saja menggenangi daratan. Para petugas pembantu yang ada mengeluarkan perahu pembantu untuk mengangkat barang-barang warga yang tergenang.
Seketika aku ingat sesuatu tentang kelurgaku sewaktu itu,,
***Banjirlah yang menyebabkan aku, ayahku dan ibuku juga adik perempuanku hilang. Entah kemana mereka hingga aku ditinggalkan sendiri ditempat pengungsian. Entah kemana mereka, aku tidak tau, karena waktu itu aku baru berusia 6 tahun. Dan darisanalah aku telah kehilangan mereka. Aku tak tahu mereka dimana,,aku tak tahu apakah mereka masih hidup atau mati,,hmm..sudahlah mungkin itu memang sudak takdirku. Sesaat itu,di pengungsian aku sendiri, menangis, tak tahu harus apa yang aku lakukan, orang-orang tak memperdulikan aku, mereka sibuk sendiri dengan kesibukannya masing-masing. Tapi seseorang wanita yang masih muda, mungkin sekitar 18 tahun, dia mendekati aku dan menggendongku. Aku menatapnya lekat dan saat itu aku berhenti dari tangisku, ada cahaya yang terpancar diwajahnya. Aku dibawa kesuatu tempat dan dia merayuku dan membuatku senang, hingga aku hanyut dalam pelukkanya yang hangat, dan saat itu manita itu membawaku dia merawat aku pada saat itu. Aku hidup bersamanya, dan kedamaian itu selalu ada pada diriku. Tapi tak terlalu lama dari kejadian itu, yaitu setelah satu tahun bersama wanita itu, saat aku sedang bermain dengan teman sebayaku. Aku melihat wanita itu bersama seorang lelaki, lelaki yang sangat tampan, dan dia seperti oarang yang sangat terpandang. Wanita itu bercakap-cakap dengan lelaki itu. Meraka hanyut dalam obrolan tersebut hingga tak tahu bahwa aku sudah berada mendekati wanita itu, tapi wanita itu menyuruhku untuk pergi dari sana, tapi aku memaksa, karena aku sangat lapar dan ingin disuapinya seperti biasa, tapi apa yang kudapatkan saat itu, wanita itu mencelaku dan mendorongku hingga aku terjatuh, aku sedih, aku tak kuat menahan tangisan itu dan aku pergi menjauh darinya.
Mengapa malaikat itu kini sudah berubah menjadi iblis. Yang tadinya manis dan sangat memperhatikanku kini dia malah membiarkanku dan jahat padaku. Apa lelaki itu sudah membuatnya berubah menjadi iblis??, apa yang dilakukan lelaki itu hingga aku tak dapat menemui malaikatku lagi?. Aku menangis dekat sungai yang penuh dengan sampah-sampah itu. Aku memikirkan sesuatu. Aku ingin lelaki itu pergi dari malaikatku dan aku ingin kembali pada pangkuan malaikatku, dan aku mulai memikirkan cara supaya lelaki itu tak mendekati malaikatku. Aku mengambil beberapa batu kerikil dari sungai itu dan pergi menuju tempat malaikatku bercumbu dengan iblis sialan itu. Aku melemparkan satu persatu kerikil kearah mukanya, dan kerikil itupun bersarang dikening lelaki itu dan melukai kening laki-laki itu. Saat itu aku tidak sempat sembunyi dan malaikat wanita itupun mengetahui bahwa aku yang melemparkan batu tersebut, dan musnahlah semua harapanku. Wanita itu murka, malaikat itu kini sudah benar-benar menjelma menjadi iblis yang sangat kejam, kata-kata dan teriakannya memanggil namaku dan suaranya memekakan telingaku.
”aku ketauan,,oh tidak!”
Dia membentak aku seperti bom atom yang meledak saat perang dunia kedua terjadi. Saat pesawat-pesawat amerika menyerang kota hiroshima dan nagasaki. Kini wanita itu sudah tak kenal mana kawan dan lawan. Padahal yang ia marahi adalah aku, aku yang dia rawat selama satu tahun, belum cukupkah wanita itu sadar akan aku yang selalu menemaninya dan menjadi temannya disaat sepi?, entahlah...hanya hati dialah yang tak bergerak menyambutku. Kini pukulan dan tinjuannya mulai mendarat di pipi sebelah kananku dan di badanku. Aku disiksa bagai TKI di negeri orang yang melakukan kesalahan dirumah tuannya. Dan aku hanya bisa menjerit dan menangis kesakitan. Aku hanya seorang anak kecil yang tak tau apa-apa, ternyata wanita malaikat itu begitu tega melakukan itu terhadapku. Aku tak pernah mengetahui sikap ini ada dalam dirinya. Aku hanya dapat berharap, ini adalah mimpi sesaat dan aku dapat bangun dari mimpi yang gila ini.
Aku dibawa kekamarnya dan dia mengunciku disana, digubuk kecil itu.
Dan dalam gubuk itu aku sempat melihat wanita itu pergi dengan lelaki itu dan meninggalkan aku sendiri disana. Dan aku tak tau mereka akan pergi kemana. Sekarang aku sudah tak memperdulikan wanita itu lagi. Tangan kananku sakit, tangan kananku sedikit meneteskan darah dan itu membuat aku merintih kesakitan diranjang kecil bekas wanita itu, dan perlahan-lahan sakit itu mulai hilang dan akupun tertidur diatas ranjang itu, hingga tak merasakan sakit itu.
*** Allahu akbar-allahu akbar
Lailahaillahaillaulah,,
Suara adzan subuh berkumandang dari daerah selatan perumahan yang padat penduduk tersebut,,aku terbangun dari tidurku, aku tersadar, aku melihat kesekeliling ruangan itu, rasa pegal dan sakit dibadan masih terasa dan malah sudah menjalar kemana-mana.
Aku pergi menuju pintu dan ingin membukanya, ternyata terkunci. Aku berteriak memanggil nama wanita itu,tapi tiada menyahut juga. Aku baru menyadari bahwa wanita itu sedang pergi dengan lelaki itu, padahal aku harap kejadian itu adalah hanya mimpi, tetapi itu benar-benar terjadi. Tak dapat kubayangkan, aku terjebak dalam gubuk itu, tak bisa keluar darisana, dan aku tak tau harus bagaimana. Meminta tolong??pada siapa aku akan meminta tolong??gubuk itu jauh dari perumahan penduduk dan aku tk bisa apa-apa. Apakah aku akan mati membusuk kelaparan disani??
”oh tidak!!”
Aku mencoba mengoyak-ngoyakkan gubuk yang terbuat hanya dari bambu anyaman tersebut, tapi terlalu kuat untuk anak kecil sepertiku. Aku mencari benda tajam disekitar rungan itu. Dan aku menemukan sebuah silet kecil dan mencoba memotong bambu-bambu yang sudah rusak oleh rayap, hingga akhirnya...bambu itu sedikit demi sedikit terbuka dan aku bisa keluar dari gubuk itu,
“alhamdulillah ya allah!”
Tapi diluarsana apa yang dapat aku lakukan?. Apakah aku bisa hidup sendiri di negeri yang sudah seperti hutan ini?. Dimana yang kuat dan kaya bisa berkuasa seenaknya saja memerintahkan orang-orang miskin sepertiku. Entahlah...hanya Allah yang tau. Tapi Allah telah membimbingku keluar dari gubuk itu, berarti dia masih inginkan aku untuk hidup dibumi ini.***
Begitulah ceritaku itu, hingga sampai sekarang aku masih hidup berada di kota ini dengan susah payah dan dengan pengorbanan yang sangat besar, tapi ceritaku tidak habis sampai disana masih banyak liku kehidupanku yang aku alami setelah aku ditinggal oleh wanita malaikat yang berubah menjadi iblis itu. Aku masih hidup dibumi ini karena pertolongan seseorang, dia menjadikan aku seperti sekarang ini,tapi jauh dari kehidupanku sebelumnya, aku sangat menderita sekali melebihi dari ini.
-SELESAI-
Langganan:
Postingan (Atom)



