"Hidup adalah suatu yang sangat berharga bagi kita. Hidup hanya sekali, tapi masih ada kehidupan lain yang lebih abadi daripada kehidupan di bumi ini, dan itu membuat kita berharap".
Kala itu sebuah truk melintas didepan mataku, dan mataku terasa pedih karena asap yang mengepul mengibas kedalam mataku.Aku sedikit mengerlipkan mataku dan mengusapnya dengan tangan mungilku. Setelah truk itu melintas didepanku, aku mulai berjalan menyebrangi jalanan itu, dengan hati-hati kupijakan kakiku diatas aspal yang panas dengan tanpa alas kaki, tapi itu memang hal yang sudah biasa aku rasakan, dan itu tak membuatku jera melakukan hal tersebut setiap hari, dengan semangat aku dapat menjalani hariku tanpa batasan.
Hari itu matahari rasanya sudah membakar tubuh mungilku, hingga aku menjadi seperti ikan yang dipanggang gosong dalam pemanggang, tapi rasa itu tetap nikmat untuk anak sepertiku yang sedang kelaparan. Entahlah, aku tak menyadari hal tersebut.
Kulihat pedagang koran di pinggir kios itu, sangat rajin membaca koran jualannya tiap hari, mungkin dia tidak akan pernah melewatkan berita terkini tentang negara-negara di dunia yang megah ini, tapi mengapa dia tak pernah menjadi seorang yang ia harapkan. Membaca dapat membuat kita pintar?ada apa dengan slogan itu??hingga kita mempercayai itu, buktinya tukang koran yang sering membaca itu tak pintar-pintar. Dia masih tetap menjadi tukang koran, ataukah nasibnya yang tidak mujur?. Entahlah...dunia ini begitu rumit untuk kita pelajari seluruh isinya, dimulai dari sejarah bumi lahir, makhluk bersel satu mulai muncul dan akhirnya terbentuk makhluk primata yang menyerupai manusia dan sempurnalah kita menjadi seperti ini, konsep darwin yang telah lekat di otak kita, ‘MONYET’.
Hmm...aku berjalan mendekati mobil-mobil pejabat tinggi yang bertengger di lampu merah. Mereka lebih senang bila pintu mobilnya ditutup, mungkin karena didalmnya juga sudah terdapat AC jadi mereka tidak perlu menghirup udara kotor dari luar. Mana mau mereka membuka pintu jendela mobilnya jika tidak kita ketuk jendelanya, tapi dengan wajah yang memelas dan langsung mendendangkan lagu tentunya, memang aku bukan pengamen yang handal seperti mereka yang sudah senior-senior, tapi mungkin itu juga cukup seimbang dengan karierku dan karier mereka untuk mencari uang yang sesuai dengan kebutuhan.
Matahari kini mulai lelah memancarkan sinarnya, dia bersembunyi dibalik awan-awan yang mendung seperti seorang wajah wanita arab yang cantik yang tersembunyi dibalik cadarnya, begitu tersembunyi hingga kita sangat penasaran dengan wajah didalamnya. Hari itu mulai mendung dengan datangnya segerombolan awan kumolonimbus yang membawa titik-titik air dari laut dan ingin segera menumpahkannya di daerah yang dikehendaki karena tidak kuat lagi menahan butiran titik-titik air itu. Cuaca akhir-akhir ini memang sudah tak tentu karena banyak alat-alat manusia yang sudah merusak alam ini hingga cuacapun menjadi tak tentu untuk diketahui badan pengamat cuaca(BMG). Banyak sekali bencana yang datang sekarang ini, hingga separuh bagian dari pulau ini pun sudah tak bisa menahan berat yang terlalu lama diatasnya.
Titik-titik air hujan mulai membasahi bagian atas kepalaku. Aku mendongakkan kepalaku keatas dan merasakan tetesan air itu mulai membasahi sebagian badanku, dan aku mulai beranjak ke sebuah halte yang berada didekat jalan itu, dan orang-orangpun yang sedang beraktifitas mulai merasa perlu untuk berteduh dan menghindari diri dari hujan tersebut. Awan sudah tak kuat menahan beban berat yang dibawanya dari laut dan ingin sekali menumpahkannya ditempat yang memang seharusnya dibersihkan oleh air, karena kota itu memang sangat kotor. Akhir-akhir ini para pemungut sampah sudah tak bekerja lagi, karena pemerintah tak inginkan mereka terlihat di kota metropolis ini. Padahal mereka adalah penyelamat kita, buktinya tanpa mereka sampah dimana-mana tak terurus, hingga banjirpun sudah menjadi pengunjung rutin kita yang harus disuguhi, dan itu dapat merugikan kita. Hmm...disimpan dimana otak-otak pejabat pemerintah yang seperti itu??di dengkul??biasa??, tapi mungkin sudah ada di bokongnya, karena mereka sudah terlalu lama duduk di kursi DPR yang hanya ingin disuapi saja, dan tak pernah ingin makan sendiri. Tapi itu mungkin hanya sebagian dari pemerintahan yang bersih. Sudahlah, tak perlu diperpanjang.
Hujan kini sudah tak bersahabat lagi, awan hitam itu telalu ganas menurunkan titik-titik air hujan, hingga petir terasa menyambar gedung-gedung pencakar langit. Hujan deras seperti ini memang sudah biasa, tetapi lihatlah akibat yang ditimbulkan oleh hujan ini,,air dimana-mana, pohon-pohon yang menghuni kota ini kini sudah tidak bisa menahan derasnya air yang meluap dari sungai-sungai yang tersumbat, terlalu banyak beban yang dipikul, tak ada yang pernah tau bahwa bumipun sudah merasa berat menahan manusia dan isinya untuk berada hidup di kerak bumi. Padahal bumipun ingin marah dan meluapkan yang ada didalamnya pada manusia agar berakhirlah kehidupan ini, tapi apa daya tuhan belum memerintahkan bumi untuk meluapkan itu semua, karena kehendaknya yang sangat kuat, memegang teguh semua yang ada di alam semesta ini dan mengaturnya sedemikian rupa, hingga sampai saat ini semua tetap berjalan pada porosnya, bumi masih teratur mengelilingi matahari dan tidak bertabrakan dengan planet ain. Semua kuasanya.
Tidak terasa air pun kini sudah menggenangi sebagian kota itu dan memporak-porandakan seluruh isi dikota itu, para masyarakat miskin yang berumah dekat bantaran sungai pun mulai panik dan mulai berteriak-teriak meminta bantuan,”tolong-tolong!” para warga disana memang sudah biasa menghadapi hal tersebut tapi apa daya kedatangannya tak dapat diketahui dan secara tiba-tiba, semua hancur, rumah mereka terbawa arus air yang meluap disungai, diatas jembatan, lalu lintas makin tak terkendali, air meluap sampai jalanan dan aspalpun terendam. Mobil-mobil merci para pejabat yang melewat sudah tak bersih dan cemerlang lagi, mobil itu sudah dikotori dengan air selokan yang sangat kotor dengan sampah, hingga macetpun tak terkirakan, mereka yang berada di mobil terjebak didalamnya dan tak bisa melakukan apa-apa. Air semakin tinggi saja menggenangi daratan. Para petugas pembantu yang ada mengeluarkan perahu pembantu untuk mengangkat barang-barang warga yang tergenang.
Seketika aku ingat sesuatu tentang kelurgaku sewaktu itu,,
***Banjirlah yang menyebabkan aku, ayahku dan ibuku juga adik perempuanku hilang. Entah kemana mereka hingga aku ditinggalkan sendiri ditempat pengungsian. Entah kemana mereka, aku tidak tau, karena waktu itu aku baru berusia 6 tahun. Dan darisanalah aku telah kehilangan mereka. Aku tak tahu mereka dimana,,aku tak tahu apakah mereka masih hidup atau mati,,hmm..sudahlah mungkin itu memang sudak takdirku. Sesaat itu,di pengungsian aku sendiri, menangis, tak tahu harus apa yang aku lakukan, orang-orang tak memperdulikan aku, mereka sibuk sendiri dengan kesibukannya masing-masing. Tapi seseorang wanita yang masih muda, mungkin sekitar 18 tahun, dia mendekati aku dan menggendongku. Aku menatapnya lekat dan saat itu aku berhenti dari tangisku, ada cahaya yang terpancar diwajahnya. Aku dibawa kesuatu tempat dan dia merayuku dan membuatku senang, hingga aku hanyut dalam pelukkanya yang hangat, dan saat itu manita itu membawaku dia merawat aku pada saat itu. Aku hidup bersamanya, dan kedamaian itu selalu ada pada diriku. Tapi tak terlalu lama dari kejadian itu, yaitu setelah satu tahun bersama wanita itu, saat aku sedang bermain dengan teman sebayaku. Aku melihat wanita itu bersama seorang lelaki, lelaki yang sangat tampan, dan dia seperti oarang yang sangat terpandang. Wanita itu bercakap-cakap dengan lelaki itu. Meraka hanyut dalam obrolan tersebut hingga tak tahu bahwa aku sudah berada mendekati wanita itu, tapi wanita itu menyuruhku untuk pergi dari sana, tapi aku memaksa, karena aku sangat lapar dan ingin disuapinya seperti biasa, tapi apa yang kudapatkan saat itu, wanita itu mencelaku dan mendorongku hingga aku terjatuh, aku sedih, aku tak kuat menahan tangisan itu dan aku pergi menjauh darinya.
Mengapa malaikat itu kini sudah berubah menjadi iblis. Yang tadinya manis dan sangat memperhatikanku kini dia malah membiarkanku dan jahat padaku. Apa lelaki itu sudah membuatnya berubah menjadi iblis??, apa yang dilakukan lelaki itu hingga aku tak dapat menemui malaikatku lagi?. Aku menangis dekat sungai yang penuh dengan sampah-sampah itu. Aku memikirkan sesuatu. Aku ingin lelaki itu pergi dari malaikatku dan aku ingin kembali pada pangkuan malaikatku, dan aku mulai memikirkan cara supaya lelaki itu tak mendekati malaikatku. Aku mengambil beberapa batu kerikil dari sungai itu dan pergi menuju tempat malaikatku bercumbu dengan iblis sialan itu. Aku melemparkan satu persatu kerikil kearah mukanya, dan kerikil itupun bersarang dikening lelaki itu dan melukai kening laki-laki itu. Saat itu aku tidak sempat sembunyi dan malaikat wanita itupun mengetahui bahwa aku yang melemparkan batu tersebut, dan musnahlah semua harapanku. Wanita itu murka, malaikat itu kini sudah benar-benar menjelma menjadi iblis yang sangat kejam, kata-kata dan teriakannya memanggil namaku dan suaranya memekakan telingaku.
”aku ketauan,,oh tidak!”
Dia membentak aku seperti bom atom yang meledak saat perang dunia kedua terjadi. Saat pesawat-pesawat amerika menyerang kota hiroshima dan nagasaki. Kini wanita itu sudah tak kenal mana kawan dan lawan. Padahal yang ia marahi adalah aku, aku yang dia rawat selama satu tahun, belum cukupkah wanita itu sadar akan aku yang selalu menemaninya dan menjadi temannya disaat sepi?, entahlah...hanya hati dialah yang tak bergerak menyambutku. Kini pukulan dan tinjuannya mulai mendarat di pipi sebelah kananku dan di badanku. Aku disiksa bagai TKI di negeri orang yang melakukan kesalahan dirumah tuannya. Dan aku hanya bisa menjerit dan menangis kesakitan. Aku hanya seorang anak kecil yang tak tau apa-apa, ternyata wanita malaikat itu begitu tega melakukan itu terhadapku. Aku tak pernah mengetahui sikap ini ada dalam dirinya. Aku hanya dapat berharap, ini adalah mimpi sesaat dan aku dapat bangun dari mimpi yang gila ini.
Aku dibawa kekamarnya dan dia mengunciku disana, digubuk kecil itu.
Dan dalam gubuk itu aku sempat melihat wanita itu pergi dengan lelaki itu dan meninggalkan aku sendiri disana. Dan aku tak tau mereka akan pergi kemana. Sekarang aku sudah tak memperdulikan wanita itu lagi. Tangan kananku sakit, tangan kananku sedikit meneteskan darah dan itu membuat aku merintih kesakitan diranjang kecil bekas wanita itu, dan perlahan-lahan sakit itu mulai hilang dan akupun tertidur diatas ranjang itu, hingga tak merasakan sakit itu.
*** Allahu akbar-allahu akbar
Lailahaillahaillaulah,,
Suara adzan subuh berkumandang dari daerah selatan perumahan yang padat penduduk tersebut,,aku terbangun dari tidurku, aku tersadar, aku melihat kesekeliling ruangan itu, rasa pegal dan sakit dibadan masih terasa dan malah sudah menjalar kemana-mana.
Aku pergi menuju pintu dan ingin membukanya, ternyata terkunci. Aku berteriak memanggil nama wanita itu,tapi tiada menyahut juga. Aku baru menyadari bahwa wanita itu sedang pergi dengan lelaki itu, padahal aku harap kejadian itu adalah hanya mimpi, tetapi itu benar-benar terjadi. Tak dapat kubayangkan, aku terjebak dalam gubuk itu, tak bisa keluar darisana, dan aku tak tau harus bagaimana. Meminta tolong??pada siapa aku akan meminta tolong??gubuk itu jauh dari perumahan penduduk dan aku tk bisa apa-apa. Apakah aku akan mati membusuk kelaparan disani??
”oh tidak!!”
Aku mencoba mengoyak-ngoyakkan gubuk yang terbuat hanya dari bambu anyaman tersebut, tapi terlalu kuat untuk anak kecil sepertiku. Aku mencari benda tajam disekitar rungan itu. Dan aku menemukan sebuah silet kecil dan mencoba memotong bambu-bambu yang sudah rusak oleh rayap, hingga akhirnya...bambu itu sedikit demi sedikit terbuka dan aku bisa keluar dari gubuk itu,
“alhamdulillah ya allah!”
Tapi diluarsana apa yang dapat aku lakukan?. Apakah aku bisa hidup sendiri di negeri yang sudah seperti hutan ini?. Dimana yang kuat dan kaya bisa berkuasa seenaknya saja memerintahkan orang-orang miskin sepertiku. Entahlah...hanya Allah yang tau. Tapi Allah telah membimbingku keluar dari gubuk itu, berarti dia masih inginkan aku untuk hidup dibumi ini.***
Begitulah ceritaku itu, hingga sampai sekarang aku masih hidup berada di kota ini dengan susah payah dan dengan pengorbanan yang sangat besar, tapi ceritaku tidak habis sampai disana masih banyak liku kehidupanku yang aku alami setelah aku ditinggal oleh wanita malaikat yang berubah menjadi iblis itu. Aku masih hidup dibumi ini karena pertolongan seseorang, dia menjadikan aku seperti sekarang ini,tapi jauh dari kehidupanku sebelumnya, aku sangat menderita sekali melebihi dari ini.
-SELESAI-