Kamis, 05 September 2013

Semuanya Menari!!

Hey!! Ajarkan aku menari..
Menari berjingkrak dengan indah
Beralunan lagu-lagu yang gemulai
Bertautan dengan tubuh2 indah..

Hey!! Ajarkan aku menari..
Dalam hiruk pikuk kehidupan
Aku tidak bisa lakukan semua ini
Terlalu lelah untuk berperan..

Hey!! Semuanya dapat menari..
Goyangkan badanmu kekanan kekiri
Iringi lagu kehidupanmu dengan indah
Menari hingga temukan keluh kesah

Hey!! Aku lelah menari...
Semua lagu tlah kucoba
Semua tarian memuaskan
Kapankah itu berhenti?

Rabu, 04 September 2013

Dibalik Aku, Sang tokoh!!


Dalam cerita...mungkin akan kau petik sebuah kebiasaan yang selalu kau perankan dalam sebuah opera kehidupanmu. Hingga kebiasaan itu terusik oleh seorang yang memang sebelumnya tak kau inginkan ada untukmu. Aku sendiri tak pernah inginkan sesuatu yang datang tiba-tiba, karena aku tau sesuatu yang datang tiba-tiba pasti pergi dengan tiba-tiba juga. Sebuah opera kehidupan dalam ceritaku ini adalah semua tentang seseorang yang membuatku gila dibuatnya, tokoh yang memang pernah datang kedalam kehidupanku sebelumnya, kemudian datang lagi, pergi, datang dan pergi...seperti itulah yang akan kau dengar dan akan kau perankan dan akan kau baca. Meski peranku memang sangat berguna untuk mendukung tokoh yang memang super duper keren itu.


Mulai darimana aku harus menceritakan semuanya? aku bingung...sebenarnya hari ini aku galau banget..galau berat karena tokoh itu. Seharusnya aku ga galau kayak gini..tapi harus bagaimana lagi.. kalo dalam lagu tuh..lagunya citra scholastika yang cocok buat aku. "ku galau karna ku masih mencintaimu" yah..begitulah sebuah cerita kali ini yang akan aku perankan bersama sebuah tokoh yang membuatku galau. Tahu tidak? sesuatu yang galau itu tidak menyakitkan hanya kita yang dibuatnya sakit jika kita masih mencintainya, dan itu benar sepertinya. Ketika patah hati mana ada sakit? yang ada senang jadi bebas itu, tapi yah...namanya juga cewe yah..masih ada aja..nangis-nangis dikit tuh wajarlah kalo lagi patah hati, namanya juga hatinya patah kan??pasti sakit..memangnya cowo?berusaha so tegar didepan cewe..dibelakang nangis2 juga tuh.. #heheh^^


Sembunyi dalam kamar dan tidak makan dalam beberapa hari, sakit dan pikiran jadi gila, malas kemana-mana , ada yang ganggu langsung sikaattt tebasss aja tuh..meleng dikit gawat tuh..itu cewe kalo lagi patah hati...sensitifnya bisa lebih-lebih dari tokoh yang akan memerankannya. Ketika kau tau sang tokoh memang terlalu banyak berperan aneh akhir-akhir ini..dan itu membuatku lebih-lebih sangat khawatir.. kau tau jika sang tokoh sakit?? berakhirlah semua sandiwara dan opera yang akan dimainkan...dia kan tokoh utama sekaligus pencetus hati aku jadi begini. Aku rasa menjalankan sebuah opera selama ini memang tidak mudah.. tapi memerlukan beberapa sedikit keahlian tambahan yaitu dengan bersandiwara... coba kalian tahu..sandiwara yang sebentar itu ga enak.. masa baru gini udah marah lagi..masa baru aja gitu..udah seneng..balik lagi..trus jauh lagi.. dan mungkin keuntunganku dalam opera ini adalah kesabaran yang tinggi dan juga ketabahan yang super ekstra hati-hati. Sebenarnya kepercayaan juga perlu sih, dan aku memang memprioritaskan itu, entahlah dengan sang tokoh utama?? Aku tidak mengetahui apa yang dikerjakan dia, dan diperankan olehnya selalu saja samar, menurutku, tetapi memang karena aku terlalu percaya, semuanya tidak ada yang tidak mungkin memang, sutradara kan masih ada didalamnya, jangan pernah menyepelekan sutradara itu, dia tidak pernah salah memberitakan pada kita sesuatu naskah yang indah, yang memang belum tentu terwujud dengan sendirinya, sang tokoh mestinya mengerti apa yang telah sutradara katakan, tapi dia tetap egois dan keras kepala, tapi aku hanya bersabar saja selama ini.

Sudah beberapa saat berlalu dan sudah beberapa hari peranya tidak berjalan dengan lancar, karena mungkin sudah habis dan lelah sang tokoh bersandiwara, hingga ujung-ujungnya dia malah membuat sebuah naskah menjadi gaje gitu (gaje=ga jelas). Untunglah aku tlah keluar dari opera itu, meski memang sedikit permainan masih aku sukai didalamnya, kebiasaan berperan dan bersandiwara menjadi kecintaanku pada sang tokoh, entah apa yang telah dia lakukan pada naskah hingga aku tertarik melakukan perannya, tapi yasudahlah, secara itu hanya permainan hidup dalam opera, aku lakukan dengan segenap hati karena terlanjur aku terbuai dengan naskah yang diberikan sang sutradara padaku, dan sang tokoh menarik itu, akhirnya masuk juga. Sulit memang melepaskan suatu kebiasaan yang telah lama aku lakukan, tapi aku mencoba untuk menghilangkannya, lagu geisha – lumpuhkan ingatanku bagus juga untuk melepaskan semua kegalauanku, tapi hingga saat ini galau itu ada, sebenarnya apa yang membuatku galau?? Sang tokohkan?? Sutradara?? Naskah? Atau kehidupan bermain peran dan bersandiwara?? Hmmm...sudahlah..tak ada yang peru dibahas lagi dalam naskah kali ini..pokoknya aku akan sembuhkan semua pemain dalam opera dan mulai membentuk sekelompok orang-orang yang akan bermain opera denganku lagi. Tapi untuk waktu dekat ini, aku masih belum bisa..rasanya sang tokoh terus mencekoki ku dengan naskah-naskah yang aneh dan tak berujung, bagaimana aku memainkannya dengan baik?? Naskahnya masih belum tertulis dan belum diberikan dengan benar oleh sang sutradara..bagaimana ini?? Apa aku harus terus bermain dengan naskah yang diberika sang tokoh??? Atau membuat naskah baru yang belum tentu akan indah. Sepertinya aku memang pemain yang belum ahli tentang soal ini, aku masih belajar untuk memainkannya dengan baik, dan sutradara masih mengajariku betapa indahnya opera dan permainan sandiwaranya, hingga tak pernah kuketaui bahwa kau terbuai didalamnya dan tak bisa kembali lagi... 

Trima kasih untuk sang tokoh,
Karenamu aku dapat belajar dan bermain dengan baik diatas panggung opera.. 
Salam Sandiwara^^