Abu ibrahim [imam musa kazhim] as berkata kepada seorang kristiani.
''Aku akan memberitahukanmu tentang sesuatu yang hanya beberapa orang tau siapa-siapa yang telah membaca kitab-kitab.Katakanlah kepadaku siapa nama ibu dari Maryam, dan pada hari apa Maryam ditiupi, dan pukul berapakah saat itu, serta hari apakah Maryam melahirkan Isa As, dan pukul berapakah saat itu?''
Dan kristiani itu berkata,
''aku tidak tahu.''
Abu ibrahim As kembali berkata,
''Mengenai ibu Maryam,namanya adalah 'Mirtsa', dalam bahasa arab wahibah (hadiah). Mengenai ibu hari Maryam mengandung adalah jum'at siang, dan hari itu adalah hari ruh Al-amin turun, dan tidak ada perayaan yang lebih baik daripada hari itu bagi umat islam. Allah azza wa jalla mengagungkan hari itu dan Muhammad Saw pun mengagungkanya dan dia memerintahkan agar hari itu menjadi hari libur. Mengenai hari Maryam melahirkan adalah selasa pada pukul 4.30 sore. Dan apakah kamu tau nama tepi sungai tempat Maryam melahirkan Isa??"
Ia berkata,
''tidak''
Beliau berkata,
''Sungai itu bernama EUFRAT (furat), dan ditepi sungai itu terdapat pohon palem dan anggur, tidak ada pohon yang seperti pohon itu didekat eufrat''.
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.
Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.
Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.
Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.
2. Klik gratisan apa yang kamu mau (ga cuman HP,
ada iPod, ada game
machine kaya OX, Nintendo DS, PSP, dll) pokoknya
seeppp dah...
3. Terus register aja.
Isi alamat selengkap-lengkapnya (takut nyasar)
he..he..
4. Pas pengisiian kotak terakhir,, ada REFFERAL ID
5. isi refferal id dgn :92115294
Nanti akan ada email konfirmasi ke email kamu yg jg
ngasih refferal number buat kamu.
setelah itu kirim pesan ini ke temen2mu dan ganti
id refferal dengan id-mu
Makin banyak temen yg diajak gabung, makin banyak
point yg kamu dapat dan
ketika kamu dapetin jumlah point yg sesuai dgn
hadiah yg kamu
minta, hadiah yang kamu inginkan (missal:
Hp/iPod/Gadget atau yg lainnya) bakalan dikirim ke alamat kamu..
sbg contoh, iPod 80GB nilainya 16 point, jd kalo
kamu bisa ajak 16
temen buat register aja, dpt deh tuh Hp.. asik kan? Coba deh, ga ada
ruginya koq..
Kan, ga bayar sama sekali...Gratis gitu lho
gampang euy.....
buruan gabung yu……
mumpung di indonesia masih sedkit......
Young Stars in the Rho Ophiuchi Cloud Credit: NASA JPL-Caltech, Harvard-Smithsonian CfA Explanation: Cosmic dust clouds and embedded newborn stars glow at infrared wavelengths in this tantalizing false-color view from the Spitzer Space Telescope. Pictured is of one of the closest star forming regions, part of the Rho Ophiuchi cloud complex some 400 light-years distant near the southern edge of the pronounceable constellation Ophiuchus. The view spans about 5 light-years at that estimated distance. After forming along a large cloud of cold molecular hydrogen gas, newborn stars heat the surrounding dust to produce the infrared glow. An exploration of the region in penetrating infrared light has detected some 300 emerging and newly formed stars whose average age is estimated to be a mere 300,000 years -- extremely young compared to the Sun's age of 5 billion years.
Anda bisa melihat dalam gambar tersebut bahwa sebenarnya masjid al-aqsa yang kita kenal adalah masjid al-sakhrah (dome of the rock), dan bukan masjid al-aqsa yang sebenarnya. Masjid al-aqsa yang benar adalah terdapat di dekat masjid al-sakrah (pada gambar), dan tersebutlah adalah mesjid al-aqsa yang sebenarnya (bangunanya sangat berbeda sekali).
Info yang lebih lengkap,,silahkan klik link dibawah ini :
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan
Manzanares el Real Castle, combining the solidarity of a large fortress of the low Middle Ages and the elegance of a Renaissance residence, is a proud symbol of one of the most powerful families in Castilla during the XIV and XV centuries, the Mendozas. The Palace Castle, which the Duques del Infantado had built during the reign of the Catholic Monarchs, is located near Madrid and set in the breathtaking rocky landscape between La Pedriza and Santillana reservoir. Carefully reconstructed, Manzanares Castle offers examples of late Gothic and Mudejar architecture, Moorish and Renaissance details, as well as furniture, tapestries, Armour and objects from different historical periods.
The Palace Castle of the Mendozas
Manzanares el Real Castle lies 50 kilometers from Madrid on
the southern slope of the Guadarrama mountain range, between Santillana reservoir and the crags of La Pedriza. The Castle is an impressive example of xv century Castilian military architecture, and one of the last of its kind in Spain. In fact, after initially being user as a fortress, it became a residential Palace of one of the noblest families in Castilla since the Middle Ages: the Mendozas. However, Manzanares Castle is also closely tied in with Madrid's recent history, because the process leading to the autonomy of Comunidad de Madrid (1981) was started there, as was the project for the Statute of Autonomy, which would be approved in Congress and the Senate in I 983.
The Mendoza family, whose lineage goes back to the XI century and who were linked to the Spanish monarchy, received titles of nobility and considerable inheritances for their services to the Crown. The connection between the Mendoza's and the territory of Real de Manzanares dates from the XIV century when Pedro Gonzalez de Mendoza (1340-1385), faithful servant of Enrique II of Trastamara, was granted extensive estates in the Somosierra mountain range from Buitrago to Colmenar.
His son, Diego Hurtado de Mendoza (1365-1404), who was "Almirante Mayor" of Castilla under the reign of King Enrique II, received the Real de Manzanares estate from Juan II in recognition of the services of his father Don Pedro. He ordered a Castle to be built on his new estate, close to the present-day site, and its ruins are still visible today. However, the old castle near the river became too small and uncomfortable for the Mendozas, who continued to prosper in the service of the monarchy, they had to start thinking about building a new fortress.
Don Diego was succeeded by his son, Inigo Lopez de Mendoza (1398-1458), a brave soldier and an educated man who served Juan II, who received the title of first Conde de Manzanares and first Marques de Santillana after participating in the battle of Olmedo. The latter title would pass on to posterity, more as a result of his lyrical poetic works than his military deeds or political ambassadorships.
The Mendoza family reached the height of their power and influence during the reign of the Catholic Monarchs. The first-born of the Marques de Santillana, Diego Hurtado de Mendoza, a man greatly trusted by the Monarchs, was given the title of Duque del Infantado together with new possessions and privileges. His brother; Pedro Gonzalez de Mendoza (1428-1494), became a close adviser to Fernando and Isabel and a great Cardinal of Spain.
The whole building is surrounded by a permiter barbican, with a single entrance via a beautiful west-facing door, flanked by two strong turrets and defended by stone deer. All the walls of the barbican contain loopholes in the shape of the Jerusalem Cross in homage to the first duke's brother, Cardenal Mendoza, who was given the title of Cardinal of the Holy Cross of Jerusalem Basilica by the Catholic Monarchs in 1480.The south facade boasts a portico, the outer face of which is made up of low arches with a flamboyant Gothic style pillar between each one. It contrasts sharply with the solid walls, and shows how lnigo Lopez changed the look of his residence with the help of the skilled architect Juan Guas. The latter also designed the magnificent portico, galleries around the central courtyard, with late Gothic and Mudejar influences particularly on the ceilings and the corridors containing the coat of arms of the Mendozas, Lunas and Enriquezs.
The Castle�s stately appearance, contrasting with the harmonious blend of Moorish and Renaissance details and the elegance of the mock Arabic cornice on which the battlements are supported, is only interrupted on the south-facing facade by the splendid portico which gives it
A special grace and uniqueness.
The Mendozas used this Palace-Castle as a stately home for less than a century. In 1565 when the 4th Duque del Infantado died, feuds between the inheritors resulted in its disuse and a slow process of deterioration until the architect, Vicente Lamperez Romera, took responsibility for the first restoration works in 1914. Declared a Historical �Art Monument in 1931, the Duque del Infantado, lnigo Arteaga y Folquera, ceded it to Madrid County Council in 1965. At present, the Castle is run by "Direccion General de Turismo de la Consejeria de Economia y Empleo de la Comunidad de Madrid".
A living Castle
�When the Regional Council took charge of the Castle, it was in a regrettable state of ruin and abandonment. In 1974 an ambitious three-year restoration plan was started in line with the project by be architect, D. Manuel Gonzalea. The plan aimed to give the Castle back its former splendor, and respect the previous distribution and decoration of the period. Its objective was for the Castle to once again be a living building, in a state to be visited by the public and also used for various activities. Several Old pieces of furniture adorn the Castle's rooms, together with others which were actually made inside them. Rugs, armour, tapestries, paintings and other objects of various origins were placed in the Castle for decorative purposes. A collection of XVII century Baroque tapestries from the Brussels workshops is of particular interest. Seven of them mark periods in the life of Julius Caesar, two show the series 'The Life of Man" and the tenth portrays a biblical theme. At present Manzanares el Real Castle is the venue for many different activities throughout the year: public functions, conferences and seminars, exhibitions, concerts and promotional events, in order to maintain the Castle as a living building by serving the community, making the effort put into its restoration, preservation and daily maintenance worthwhile socially. Every year thousands of Madrid�s citizens and travelers from other destinations flock to this beautiful monument, so closely linked to both the history of Spain and Madrid.
Jason Manzanares, 26, from Colorado, wrote:
When you drive north from Madrid and and get your first glance of the castle it is breathtaking. With the seen of the lake in front of the castle and the La Pedriza mountain range beyond you cannot help but to hold your breath. As you step through the doorway you realize it is not as large as it appeared on the outside, but it does not lose any of it's magic. It feels warm and homely. The decorations throughout the castle are modest which is nice because your attention isn't drawn all over the place. I dream all the time about returning just to feel the warm summer breeze off of the lake as you gaze across it from one of the upper tower windows. Beautiful doesn't describe the old castle enough
Francisca Kleine, 35, from Spain (El Escorial), wrote:
I have a small correction to the story of Cyril Wonderbut. Franco's tomb is not located at the Valle de los Calbros but at the Valle de los Caidos. It can be visited free on Wednesday (only for EEC members). Like almost all Spanish monuments and museums.The castle of Manzanares can be visited free of charge. It is closed on Monday.
Cyril Wonderbut, 43, from Europe, wrote:
The castle was made of large granite blocks, and a bit, well, femmine in the way Leeds castle in the UK is. It has a large gallery, on the inner mote, open to the air, facing the lake that you can stroll around, the stone-work carved will fancy decorations, Stone roses climbing up the columns, birds and butterflies flying around. The finest room is overlooking the lake. A small balcony has been placed there, just enough room for two people to sit facing each other there knees nearly touching. The stonework for this is very special, like lace. Very pleased to of seen it, after a pleasant drive too. And I had the place to myself. Just me and the ticket lady. It well off the tourist route and all the better for it. Take in the Val de los Calbro's (franco's tomb) and El Escorial while in the area.
Jennifer Vertan, 29, from Netherlands, wrote:
The texture of this is just amazing!!! It was built sometime in the middle ages!!! I feel that whoever has owned this beautiful castle must have enjoyed it very much!!!
The new generation of Ghivary Prince/Princess!!!!!!!!
hhiiiii, , , , , ,all!!!!!! thanks for invite in this big family, , , , ,
any one people ti become a ghivarian??? u can choice caracters in the castla of ghivary to become a hero and member in this castle, , please to join with us, , , we can happy fun together,,, , , , ^_^
Hidup adalah suatu yang sangat berharga bagi kita. Hidup hanya sekali, tapi masih ada kehidupan lain yang lebih abadi daripada kehidupan di bumi ini, dan itu membuat kita berharap.
Kala itu sebuah truk melintas didepan mataku, ,dan mataku terasa pedih karena asap yang mengepul mengibas kedalam mataku, ,aku sedikit mengerlipkan mataku dan mengusapnya dengan tangan mungilku. Setelah truk itu melintas didepanku,,aku mulai berjalan menyebrangi jalanan itu, dengan hati-hati kupijakan kakiku diatas aspal yang panas dengan tanpa alas kaki, tapi itu memang hal yang sudah biasa aku rasakan, dan itu tak membuatku jera melakukan hal tersebut setiap hari, dengan semangat aku dapat menjalani hariku tanpa batasan.
Hari itu matahari rasanya sudah membakar tubuh mungilku, ,hingga aku menjadi seperti ikan yang dipanggang gosong dalam pemanggang, ,tapi rasa itu tetap nikmat untuk anak sepertiku yang sedang kelaparan,,entahlah,,aku tak menyadari hal tersebut.
Kulihat pedagang koran di pinggir kios itu, sangat rajin membaca koran jualannya tiap hari,,mungkin dia tidak akan pernah melewatkan berita terkini tentang negara-negara di dunia yang megah ini,,tapi mengapa dia tak pernah menjadi seorang yang ia harapkan,,membaca dapat membuat kita pintar,,ada apa dengan selogan itu,,hingga kita mempercayai itu,,buktinya tukang koran yang sering membaca itu tak pintar-pintar?dia masih tetap menjadi tukang koran,,ataukah nasibnya yang tidak mujur? Entahlah..dunia ini begitu rumit untuk kita pelajari seluruh isinya,,dimulai dari sejarah bumi lahir,,makhluk bersel satu mulai muncul dan akhirnya terbentuk makhluk primata yang menyerupai manusia dan sempurnalah kita menjadi seperti ini,,konsep darwin yang telah lekat di otak kita,MONYET???.
Hmm,,aku berjalan mendekati mobil-mobil pejabat tinggi yang bertengger di lampu merah,,mereka lebih senang bila pintu mobilnya ditutup,mungkin karena didalmnya juga sudah terdapat AC jadi mereka tidak perlu menghirup udara kotor dari luar,,mana mau mereka membuka pintu jendela mobilnya jika tidak kita ketuk jendelanya,,tapi dengan wajah yang memelas dan langsung mendendangkan lagu tentunya,,memang aku bukan pengamen yang handal,,seperti mereka yang sudah senior-senior,,tapi mungkin itu juga cukup seimbang dengan karierku dan karier mereka untuk mencari uang yang sesuai dengan kebutuhan.
Matahari kini mulai lelah memancarkan sinarnya,,dia bersembunyi dibalik awan-awan yang mendung,,seperti seorang wajah wanita arab yang cantik yang tersembunyi dibalik cadarnya,,begitu tersembunyi hingga kita sangat penasaran dengan wajah didalamnya. Hari itu mulai mendung dengan datangnya segerombolan awan kumolonimbus yang membawa titik-titik air dari laut dan ingin segera menumpahkannya di daerah yang dikehendaki karena tidak kuatlagi menahan butiran titik-titik air itu. Cuaca akhir-akhir ini memang sudah tak tentu karena banyak alat-alat manusia yang sudah merusak alam ini hingga cuacapun menjadi tak tentu untuk diketahui badan pengamat cuaca(BPC). Banyak sekali bencana yang datang sekarang ini,,hingga separuh bagian dari pulau ini pun sudah tak bisa menahan berat yang terlalu lama diatasnya.
Titik-titik air hujan mulai membasahi bagian atas kepalaku,,aku mendongakkan kepalaku keatas dan merasakan tetesan air itu mulai membasahi sebagian badanku,,dan aku mulai beranjak ke sebuah halte yang berada didekat jalan itu,,dan orang-orangpun yang sedang beraktifitas mulai merasa perlu untuk berteduh dan menghindari diri dari hujan tersebut. Awan sudah tak kuat menahan beban berat yang dibawanya dari laut,,dan ingin sekali menumpahkannya ditempat yang memang seharusnya dibersihkan oleh air,,karena kota itu memang sangat kotor,,akhir-akhir ini para pemungut sampah sudah tak bekerja lagi,,karena pemerintah tak inginkan mereka terlihat di kota metropolis ini,,padahal mereka adalah penyelamat kita,,buktinya tanpa mereka sampah dimana-mana tak terurus,,hingga banjirpun sudah menjadi pengunjung rutin kita yang harus disuguhi,,dan itu dapat merugikan kita. Hmm,,disimpan dimana otak-otak pejabat pemerintah yang seperti itu??di dengkul??biasa??tapi mungkin sudah ada di bokongnya,,karena mereka sudah terlalu lama duduk di kursi DPR yang hanya ingin disuapi saja,,dan tak pernah ingin makan sendiri. Tapi itu mungkin hanya sebagian dari pemerintahan yang bersih. Sudahlah, tak perlu diperpanjang.
Hujan kini sudah tak bersahabat lagi,,awan hitam itu telalu ganas menurunkan titik-titik air hujan,,hingga petir terasa menyambar gedung-gedung pencakar langit. Hujan deras seperti ini memang sudah biasa,,tetapi lihatlah akibat yang ditimbulkan oleh hujan ini,,air dimana-mana, pohon-pohon yang menghuni kota ini kini sudah tidak bisa menahan derasnya air yang meluap dari sungai-sungai yang tersumbat,,terlalu banyak beban yang dipikul,,tak ada yang pernah tau bahwa bumipun sudah merasa berat menahan manusia dan isinya untuk berada hidup di kerak bumi,,padahal bumipun ingin marah dan meluapkan yang ada didalamnya pada manusia agar berakhirlah kehidupan ini,tapi apa daya tuhan belum memerintahkan bumi untuk meluapkan itu semua,,karena kehendaknya yang sangat kuat,,memegang teguh semua yang ada di alam semesta ini dan mengaturnya sedemikian rupa,,hingga sampai saat ini semua tetap berjalan pada porosnya,,bumi masih teratur mengelilingi matahari dan tidak bertabrakan dengan planet ain. Semua kuasanya.
Tidak terasa air pun kini sudah menggenangi sebagian kota itu dan memporak-porandakan seluruh isi dikota itu,,para masyarakat miskin yang berumah dekat bantaran sungai pun mulai panik dan mulai berteriak-teriak meminta bantuan,,”tolong-tolong!” para warga disana memang sudah biasa menghadapi hal tersebut tapi apa daya kedatangannya tak dapat diketahui dan secara tiba-tiba,,semua hancur,,rumah mereka terbawa arus air yang meluap disungai,,diatas jembatan,,lalu lintas makin tak terkendali,,air meluap sampai jalanan dan aspalpun terendam,,mobil-mobil merci para pejabat yang melewat sudah tak bersih dan cemerlang lagi,,mobil itu sudah dikotori dengan air selokan yang sangat kotor dengan sampah,,hingga macetpun tak terkirakan,,mereka yang berada di mobil terjebak didalamnya dan tak bisa melakukan apa-apa. Air semakin tinggi saja menggenangi daratan. Para petugas pembantu yang ada mengeluarkan perahu pembantu untuk mengangkat barang-barang warga yang tergenang,,
Seketika aku ingat sesuatu tentang kelurgaku sewaktu itu,,
***Banjirlah yang menyebabkan aku,ayahku dan ibuku juga adik perempuanku hilang. Entah kemana mereka hingga aku ditinggalkan sendiri ditempat pengungsian,,entah kemana mereka,,aku tidak tau,,karena waktu itu aku baru berusia 6 tahun. Dan darisanalah aku telah kehilangan mereka. Aku tak tahu mereka dimana,,aku tak tahu apakah mereka masih hidup atau mati,,hmm..sudahlah mungkin itu memang sudak takdirku. Sesaat itu,di pengungsian aku sendiri, menangis, tak tahu harus apa yang aku lakukan, orang-orang tak memperdulikan aku, mereka sibuk sendiri dengan kesibukannya masing-masing. Tapi seseorang wanita yang masih muda,,mungkin sekitar 18 tahun, dia mendekati aku dan menggendongku,,aku menatapnya lekat,,dan saat itu aku berhenti dari tangisku,ada cahaya yang terpancar diwajahnya,,aku dibawa kesuatu tempat dan dia merayuku dan membuatku senang,,hingga aku hanyut dalam pelukkanya yang hangat,,dan saat itu manita itu membawaku dia merawat aku pada saat itu,,aku hidup bersamanya,,dan kedamaian itu selalu ada pada diriku. Tapi tak terlalu lama dari kejadian itu,yaitu setelah satu tahun bersama wanita itu, saat aku sedang bermain dengan teman sebayaku, aku melihat wanita itu bersama seorang lelaki, lelaki yang sangat tampan, dan dia seperti oarang yang sangat terpandang. Wanita itu bercakap-cakap dengan lelaki itu,,meraka hanyut dalam obrolan tersebut,,hingga tak tahu bahwa aku sudah berada mendekati wanita itu,,tapi wanita itu menyuruhku untuk pergi dari sana, tapi aku memaksa,,karena aku ingin digendong aku sudah rindu akan hangat pelukannya,,tapi apa yang kudapatkan saat itu,,wanita itu mencelaku dan mendorongku hingga aku terjatuh, aku sedih, aku tak kuat menahan tangisan itu,,aku pergi menjauh darinya,,
Mengapa malaikat itu kini sudah berubah menjadi iblis,,yang tadinya manis dan sangat memperhatikanku kini dia malah membiarkank dan jahat padaku,,apa lelaki itu sudah membuatnya berubah menjadi iblis,,apa yang dilakukan lelaki itu hingga aku tak dapat menemui malaikatku lagi,,aku menangis dekat sungai yang penuh dengan sampah-sampah itu. Aku memikirkan sesuatu,,aku ingin lelaki itu pergi dari malaikatku dan aku ingin kembali pada pangkuan malaikatku,,dan aku mulai memikirkan cara supaya lelaki itu tak mendekati malaikatku,,aku mengambil beberapa batu kerikil dari sungai itu dan pergi menuju tempat malaikatku bercumbu dengan iblis sialan itu. Aku melemparkan satu persatu kerikil kearah mukanya,,dan kerikil itupun melukai kening dari laki-laki itu,,,saat itu aku tidak sempat sembunyi,,dan malaikat wanita itupun mengetahui bahwa aku yang melemparkan batu tersebut,,dan musnahlah semua harapanku,,wanita itu murka,malaikat itu kini sudah benar-benar menjelma menjadi iblis yang sangat kejam,,kata-kata dan teriakannya memanggil namaku dan suaranya memekakan telingaku,, ”aku ketauan,,oh tidak!”
Dia membentak aku seperti bom atom yang meledak saat perang dunia kedua terjadi,,saat pesawat-pesawat amerika menyerang kota hiroshima dan nagasaki. Kini wanita itu sudah tak kenal mana kawan dan lawan,,padahal yang ia marahi adalah aku, aku yang dia rawat selama satu tahun,belum cukupkah wanita itu sadar akan aku yang selalu menemaninya dan menjadi temannya disaat sepi,,entahlah,,hanya hati dialah yang tak bergerak menyambutku. Kini pukulan dan tinjuannya mulai mendarat di pipi sebelah kananku dan di badanku,,aku disiksa bagai TKI di negeri orang yang melakukan kesalahan dirumah tuannya. Dan aku hanya bisa menjerit dan menangis kesakitan,,aku hanya seorang anak kecil yang tak tau apa-apa,ternyata wanita malaikat itu begitu tega melakukan itu terhadapku,,aku tak pernah mengetahui sikap ini ada dalam dirinya dan yang aku ingin ini adalah hanya mimpi sesaat dan aku dapat bangun dari mimpi yang gila ini.
Aku dibawa kekamarnya dan dia mengunciku disana,digubuk kecil itu.
Dan dalam gubuk itu aku sempat melihat wanita itu pergi dengan lelaki itu dan meninggalkan aku sendiri disana. Dan aku tak tau mereka akan pergi kemana,sekarang aku sudah tak memperdulikan wanita itu lagi. Tangan kananku sakit,tangan kananku sedikit meneteskan darah dan itu membuat aku merintih kesakitan diranjang kecil bekas wanita itu, dan perlahan-lahan sakit itu mulai hilang dan akupun tertidur diatas ranjang itu,hingga tak merasakan sakit itu.
***Allahu akbar-allahu akbar
Lailahaillahaillaulah,,
Suara adzan subuh berkumandang dari daerah selatan perumahan yang padat penduduk tersebut,,aku terbangun dari tidurku, aku tersadar, aku melihat kesekeliling ruangan itu, rasa pegal dan sakit dibadan masih terasa dan malah sudah menjalar kemana-mana.
Aku pergi menuju pintu dan ingin membukanya,ternyat terkunci,lalu aku berteriak memanggil nama wanita itu ta[i tiada menyahut juga,,dan aku baru menyadari bahwa wanita itu sedang pergi dengan lelaki itu,,padahal aku harap kejadian itu adalah hanya mimpi,,tetapi itu benar-benar terjadi,tak dapat kubayangkan. Aku terjebak dalam gubuk itu, tak bisa keluar darisana, dan aku tak tau harus bagaimana. Meminta tolong??pada siapa aku akan meminta tolong??gubuk itu jauh dari perumahan penduduk dan aku tk bisa apa-apa..apakah aku akan mati membusuk kelaparan disana,,oh tidak!!
Aku mencoba mengoyak-ngoyakkan gubuk yang terbuat hanya dari bambu anyaman tersebut, tapi terlalu kuat untuk anak kecil sepertiku. Aku mencari benda tajam disekitar rungan itu. Dan aku menemukan sebuah silet kecil dan mencoba memotong bambu-bambu yang sudah rusak oleh rayap, hingga akhirnya..bambu itu sedikit demi sedikit terbuka dan aku bisa keluar dari gubuk itu,alhamdulillah ya allah!
Tapi diluarsana apa yang dapat aku lakukan? Apakah aku bisa hidup sendiri di negri yang sudah seperti hutan ini,,dimana yang kuat dan kaya bisa berkuasa seenaknya saja memerintahkan orang-orang miskin sepertiku, entahah hanya Allah yang tau. Tapi Allah tlah membimbingku keluar dari gubuk itu,,berarti dia masih inginkan aku untuk hidup dibumi ini.***
Begitulah ceritaku itu,,hingga sampai sekarang aku masih hidup berada di kota ini dengan susah payah dan dengan pengorbanan yang sangat besar,,tapi ceritaku tidak habis sampai disana masih banyak liku kehidupanku yang aku alami setelah aku ditinggal oleh wanita malaikat yang berubah menjadi iblis itu. Aku masih hidup dibumi ini karena pertolongan seseorang, dia menjadikan aku seperti sekarang ini,tapi jauh dari kehidupanku sebelumnya,,aku sangat menderita sekali melebihi dari ini.