Suatu ketika disebuah kerajaan hiduplah seorang raja yang sangat bijaksana dan tangguh. Dia tidak terkalahkan oleh raja manapun, dia telah mengusai tiga kerajaan dalam wilayah jajahannya. Dalam dirinya hanya dia yang bisa menaklukkan jagad raya ini. Tapi akibat keangkuhannya pula, dia telah mendatangkan bencana.
Rahasia dari semua kekuasaanya adalah sebuah kunci emas ajaib yang bisa mengabulkan segala permintaanya. Kunci tersebut adalah sebuah kunci peninggalan seorang penyihir jahat, raja itu mencurinya setelah penyihir mati karena kutukannya sendiri, dan kunci itupun jatuh ketangan raja. Hingga sekarang kunci itu telah memakan banyak korban, dan salah satunya adalah raja itu. Raja meminta pada kunci itu untuk mengeluarkan makhluk yang paling ganas dan hebat. Saat makhluk itu tercipta, makhluk itu langsung menyerang sang raja, dan rajapun akhirnya mati ditangan makhluk itu. Kerajaan itupun tenggelam di sebuah teluk pantai hingga menjadi lautan dan tak terlihat. Konon dikatakan makhluk itu seperti naga berkepala tiga dengan tanduk bagaikan banteng. Semburan apinya dapat menghanguskan 1 ladang gandum sekaligus. Dari saat itu, negri itu menjadi sebuah negri yang paling menyeramkan. Sang naga tersebut diam di sebuah gua yang sangat gelap di atas tebing sebuah pulau yang dikelilingi samudra. Disanalah naga itu tinggal, dan dia keluar setiap bulan purnama datang.
~ 10 tahun berikutnya.
Sepuluh tahun lamanya cerita itu masih terngiang dibenak para warga yang telah menduduki desa tersebut, desa yang setiap tahunnya didatangi naga itu, telah mencari berbagai cara untuk melawan naga tersebut. Sudah sampai 1000 orang terkuat diseluruh dunia datang untuk menaklukan naga tersebut, tapi semuanya sia-sia saja. Mereka tidak pernah kembali lagi dari pulau tersebut, entah kemana mereka pergi atau mungkin sudah mati dimakan naga itu pikir semua warga.
Warga saat itu resah sekali, karena sebentar lagi bulan purnama akan datang, dan itu artinya sang naga akan kembali memangsa mereka semua dan menghancurkan desanya. Tetapi saat itu sang kepala desa mempunyai ide agar tidak semua warganya itu dimakan oleh sang naga yang kelaparan. Dia beranggapan bahwa setiap kali naga itu datang ke desanya dia selalu memangsa dan mencari para pemuda didesanya, kebanyakan warga yang meninggal adalah pemuda dan gadis-gadis perawan yang berusia diatas 17 tahun. Maka dari itu sang kepala desa menyarankan agar mengumpulkan seluruh anak remaja mereka untuk dikorbankan pada sang naga.
” heii..kumpulkan anak remaja kalian di tengah lapang ini, aku akan memilihnya untuk kujadikan tumbal.,” teriak si kepala desa.
Awalanya para ibu dan bapak si anak tidak setuju dengan itu semua, karena mereka harus kehilangan anak-anak remajanya yang sangat mereka sayangi, tapi mereka tidak bisa menolak, karena hanya itu jalan satu-satunya untuk mereka selamat.
Tidak beberapa lama terkumpulah anak-anak remaja di tengah lapang itu. Anak-anak remaja itu terkumpul sebanyak 30 orang, mereka akan dipilih sebanyak 14 orang untuk menjadi tumbal sang naga. Karena warga desa hanya menyediakan 2 rakit untuk pergi ke pulau itu dan setiap rakit terdiri dari 7 orang. Anak-anak remaja itu berwajah tegang, mereka sebenarnya enggan, tetapi apa daya mereka tidak bisa menolaknya, hanya berpikir mati untuk mempertahankan tanah airnya, itu mungkin suatu yang sangat terhormat dimata mereka, diingat sebagai pahlawan dalam desanya.
kepala desa mulai memilih.
“ hei..kau, dagingmu sepertinya akan sedap bila disantap sang naga,,ahaha”
sang kepala desa terbahak-bahak. Sampai anak remaja selanjutnya, dia memilih anak-anak yang kesehatannya cukup dan berbadan sedikit kekar, mungkin itu akan membuat sang naga senang pikirnya. Tapi para remaja wanita tidak dipilihnya, karena teralu rentan dan kasihan juga.
Malam sehari sebelum bulan purnama datang mereka telah bersiap-siap. Si kepala Desa telah merencanakan sesuatu yang licik. Tanpa diketahui oleh para warganya, dia dan pengawal menyuruh remaja yang terpilih itu untuk pergi lebih dahulu ke pulau tersebut. Kepala desa berpikir kalau mereka tiba sebelum bulan purnama datang, naga itu takkan terbang ke desanya untuk mencari makan, naga itu akan mudah mendapatkannya disana. Lalu merekapun disuruh menaiki rakit-rakit yang disediakan. 7 orang pemuda di rakit yang pertama dan 7 orang lagi di rakit yang kedua. Mereka menempuh pelayaran pada malam hari.
” Hei..kau membawa apa dikantongmu?” tanya tanya seorang temannya yang bernama ilham itu.
” hehe..ini makanan kesukaanku, tidak boleh kau memintanya,,nanti bisa-bisa aku kelaparan disana.” Sahutnya.
seluruh remaja tertawa mendengar perkataan si dicky itu.
“haha....dasar kau ky,memangnya kita ini mau piknik apa??pake bawa yupi segala kau,,sebentar lagi kita akan mati tau,,kita akan menjadi makanan si naga..kau malah sempat-sempatnya berpikir untuk makan,,hah??” sahut lelaki satunya yang berperawakan tinggi dan gagah itu, namanya rafael. Sontak Dicky pun marah. Sampai Remaja yang satunya lagi melerai mereka.
”hei,,sudahlah,,jangan bertengkar disaat seperti ini,,menambah kekesalan saja kalian..kita disini semua adalah tumbal..maka satukan tekad kita..kita harus pasrah menerima semua kenyataan ini..jangan hanya bertengkar yang kalian pikirkan..kita disini sekarang bernasib sama. Tidak akan ada yang beruntung.” Sahut Reza yang berwatak sabar dan tegar itu melerai mereka, dan mereka menunduk merenungi nasib mereka itu.
“ ya,,benar yang dikatakan Reza, kita harus pasrah menerima ini semua.nasib kita ditentukan hanya oleh seekor naga.” Jawab Rangga sedih.
”tapi, nasib kita masih bisa dirubah kan??” tanya Morgan pada teman-teman serakitnya.
”maksudmu?? Kita sudah benar-benar ditumbalkan oleh kepala desa...mana bisa kita melanggarnya dan merubah nasib kita??” jawab Bisma yang sedari tadi mendayung rakitnya.
”tapi mungkin saja nasib kita lain..ya kan??kita masih bisa merubahnya??” sahut Dicky.
Kata-kata Dicky seperti kilat yang menyambar ladang gandum di tengah musim panen, begitu terkejutnya teman-teman tom yang serakit itu.
“apa??”sontak saja semuanya berkata itu.
”hhmmm...ada benarnya juga si Dicky.,dalam suatu masalah pasti selalu ada jalan keluarnya.,dan yang kita hadapi juga,,pasti ada salah satu cara untuk kita merubah keadaan ini..” pikir Morgan yang pintar itu.
”lalu??cara merubahnya??bagaimana??”tanya Rafael.
”hmmm,,entahlah.”jawab Morgan yang sedang berpikir.
”mungkin kita bisa merubah haluan kita,,agar tidak sampai ke pulau itu,,” sahut Bisma.
”haahh,,itu ide bagus Ma,,benar-benar cemerlang kau” jawab Rangga.
”bisa juga.,tetapi itu terlalu berbahaya..kita tak tau arah mana yang harus kita tempuh..kita tidak mempunyai peta”. Sahut Morgan.
”tidak perlu peta..kita hanya harus menjauh saja dari pulau itu,,ya kan??jawab Bisma sok tau.
“ya,,itu benar Morgan...ayo kita menjauh dari pulau itu,,” seru Reza.
Mereka pun mendayung bersama dan menjauh dari pulau itu.
Dan mereka berpisah dari rakit yang satunya. Entah apa yang akan mereka rencanakan.Tetapi,,tiba-tiba angin di samudra itu menjadi kencang dan lama-kelamaan petir menyambar..rakit itu terbawa arus besar,,dan ombak hampir menumpahkan mereka bertujuh, tetapi mereka tetap bertahan dalam rakit itu, mereka bertujuh berpegangan erat. Tetapi rakit mereka dihadapi pada sebuah pusaran air dan ombak yang cepat. Melihat itu mereka berteriak dan menandakan untuk tetap berpegangan tangan erat, supaya tidak terpisah satu sama lain. Rakit mereka rusak dan tinggal mereka yang terkoyak-koyak oleh pusaran air itu, dan mereka terbawa kedalam pusaran air itu. Mereka di tenggelamkan oleh pusaran air itu dan tidak sadarkan diri.
Setelah beberapa menit berlalu, ternyata pusaran air itu membawa mereka pada sebuah gua yang bermata air, gua yang sangat gelap. Mereka bergelimpangan tak sadarkan diri akibat pusaran air itu. Tetapi setelah beberapa menit sadarlah mereka bertujuh itu.
”dimana kita??”tanya Dicky.,
”entahlah,,”jawab Bisma.
”sebuh gua pikirku.” Sahut Morgan.
”iya..benar..gua..”jawab Ilham.
“alaahh,,,kalian sepertinya ketakutan..hanya gua begini saja ko takut sich,,” jawab Rafael lancang. Dengan beraninya dia mulai berjalan dan masuk ke dalam gua,
”brruukkk....” Rafael terjatuh karena menendang sesuatu di depan kakinya.
dan tiba-tiba tidak lama dari Rafael jatuh suatu suara menggeram naga marah terdengar.
”gggrrrrrrrrrrrrr..................guuaarrr.....!!!”
Sontak ketujuh pemuda itu tercengang dan meloncat kaget mendengar suara itu.
Rafael yang saat itu berani menjadi ciut nyalinya. Dia pergi mendekati kawanya dan memeluk Bisma.
”aarrggghhttt.,.,suara apa itu tadi” gemetaran Rafael berkata.
“i-i-t-tu...suara naga....!!!!!” teriak Morgan sambil berlari ke arah cahaya datang untuk mencari jalan keluar. Mereka semua pun berlari mengikuti Morgan.
Tetapi cahaya itu datang dari atas gua dan mereka tidak bisa mencapainya.
Hingga tiba-tiba mereka merasakan guncangan dan seperti ada kaki yang bergerak menuju mereka. Mereka pun langsung gemetar dan berpelukan satu sama lain. Mendekatkan badan mereka pada suatu dinding gua tersebut.
“i-i-t-t-u-u-u....suara apaa??gempa apa ini..?” Ilham ketakutan.
”s-sep-pertinya naga itu marah pada kita.,karena kita mengganggu tidurnya.”jawab Reza.
”kau sih Raf..cari gara-gara saja kau..” sahut Rangga.
“diam kau.,!” jawab Rafael.
”tamatlah nyawa kita sekarang.,”sahut Ilham
”ssshuuutt..jngan berbicara..dan tahan nafas kalian,,dalam buku dongeng dikatakan begitu kalau kita sedang berhadapan dengan naga”. Morgan menjelaskan.
Tiba-tiba munculah sang naga dari balik gua itu, dan mulai mendekati mereka bertujuh. Saat Reza melangkah satu langkah ke depan, dia mendapati muka naga itu berada di depannya yang sedang menghirup bau manusia. Reza cemas, teman-temannya menyuruh untuk diam dan tidak bernafas. Badan Reza gemetar dan kaku. Ketika naga itu menganga lebar dan mulutnya terbuka, Dicky dengan cepat mengambil sebuah bungkusan yupi dari saku celananya dan melemparkanya tepat ke mulut sang naga.
kepala sang naga terangkat hebat dan naga pun terbatuk-batuk karena yupi itu mengganjal di tenggorokannya. 3 kepala naga itu menjadi beringas. 2 kepala naga menyemburkan api tidak terarah ke atas mulut gua, naga menjadi beringas. Dan ketujuh pemuda berlalri ke sebuah lorong kecil untuk berlindung. Morgan yang dari tadi melihat ke arah leher sang naga tertarik pada sebuah kunci yang berkilauan di lehernya. Morgan ingin sekali mendapatkan kunci itu dia berusaha untuk membuat naga itu tenang. Dia mencoba berbicara dengan naga itu.
”heii,,,naga apakah kau kesakitan??biarkan aku untuk membantumu?” bicara Morgan meminta.
”ggggrrrr....hhuaahh...aku benar-benar marah pada kalian.,apa yang kalian lemparkan pada mulutku hah??aku tidak bisa menyemburkan apiku.” Ternyata sang naga dapat berbicara.
”Hanya sedikit makanan manis yang aku lemparkan padamu.,enak kan??”jawab Dicky.
“aarrrgghhttt...rasanya tidak enak.,” jawab sang naga.
Para ketujuh pemuda itu tertawa terbahak-bahak, tidak lama kemudian naga itupun tumbang, karena kekenyalan pada yupi itu mengganjal di mulutnya dan membuatnya pingsan. Naga pun tumbang ditangan ketujuh pemuda itu. Dari saat itulah Morgan langsung berlari menuju leher sang naga dan mengambil kunci emas itu dengan cepat.
Kemudian ketujuh pemuda itu mengucapkan permintaan pada kunci emas ajaib itu. Mereka berdiskusi untuk menggunakan kunci emas itu pada hal-hal yang baik, supaya tidak menjadi petaka pada mereka. Dan pendapat harold’lah yang disetujui oleh semua pemuda itu yaitu dengan menghilangkan naga dan memunculkan kembali kerjaan yang dulu hancur, agar negeri mereka kembali sejahtera dan mempunyai pemimpin yang bijaksana. Hingga akhirnya, ketujuh pemuda itulah yang kini memimpin kerajaan itu. Dan mereka menjuluki 7 pemuda itu dengan nama ‘Seven man as Seven heroes’ atau yang disebut dengan SM*SH. Mereka telah membuat negri itu aman dan damai, hingga akhirnya kunci emas itupun hancur karena para pemuda itu terlalu banyak meminta permintaan. Tetapi, semua itu tidak berakhir disana, mereka menjadi sebuah Icon kerajaan yang sangat dikagumi oleh para masyarakatnya, dan masyarakat disekitar itupun dijuluki dengan nama Smashblast. Sampai akhirnya Kerajaan itu tetap berdiri kokoh.
THE END
Chit_Chelsea A.S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar