Sabtu, 17 April 2010

- PERGI DARI KESENDIRIAN -

Bungan itu telah layu,
Seperti hatiku yang rapuh,
Kaktus itu tetap kokoh,
Seperti itulah aku mampu bertahan,


Hiasan-hiasan didinding itu memudar,
Tapi kenangan dalam pikiran tak pernah pudar,
Dan akan kembali menebar ingatannya,
Hingga tak pernah kita sadari,


Hilang semua getir dalam diri,
Menghilang bak pasir terhempas angin,
Aku jera dengan semua ini,
Adakah tempatku untuk bermain?


Pulau itu tak berpenghuni,
Sperti itulah aku dahulu,
Hati ini belum ada yang mengisi,
Kesepian yang waktu itu aku anut,


Mengapa sunyi dan sepi itu ada,
Hingga hilanglah keramaian dalam diri,
Tak nampak seorangpun disana,
Hanya angin yang menyeringai pepohonan jati,


Tubuhku kini tak setegar dulu,
Tegarnya bagai pohon kaktus,
Tapi hati ini tetap tegar,
Meski cobaan datang bertubi-tubi menimpaku,


Bidadari itu datangnya dari langit,
Bila langit berpelangi, saat itulah ia muncul,
Warnanya menyilaukan mata hati,
Tapi indahnya tak bisa diungkapkan,


Sepi dan sunyi adalah hal yang berbeda,
Didalamnya ada satu arti tersembunyi,
Tapi aku tau semuanya,
Bahwa aku tak lagi sendiri disini,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar