Hentika semua ocehanmu,
Ocehanmu sangat tidak berguna,
Kami tak sudi untuk mendengarnya,
Omong kosong dengan semuanya,
Lempari dia???
Lempari dengan seribu tombak,
Caci maki dia???
Caci maki dengan mulut berludah,
Kami muak dengan semuanya,
Kami muak dengar ocehan malaikatmu,
Kami sudah tak ingin mendengar,
Telinga ini tak bersedia untuk mendengarnya,
Kami tahu itu.
Cemoohan tak kau pedulikan,
Kau enak-enak saja menikmati jamuan itu,
Tak peduli apa yang tlah kami rasakan,
Tak sudi kau akan berbagi penyakit dengan kami.
Kami tak seperti kau!!
Yang hanya bisa menambah nafsumu.
Dan menambah penyakit-penyakit dosamu.
Tidak malukah engkau??
Berjalan dengan seribu dosa?
Dosa manusia yg telah engkau bodohi,
Yang telah kau ambil jerih payahnya?
Apa kau masih punya akal dan pikiran???
Disini kami sangant meragukannya.
Mungkin kau tlah jual akal pikiranmu itu,
Dan menukar semuanya dengan dosa,
Persetan dengan omonganmu.
Bak bidadari yg datang dari khayangan,
Dan akhirnya berubah menjadi iblis keparat,
Iblis bermuka dua,
Kami tahu itu.
Kami tau kelakuanmu selama ini,,
kelakuan yg kau sembunyikan dibalik kursi itu,
Kami tahu!
Aku tahu semuanya,
Jangan kau anggap kami ini bodoh,
Manusia ingusan yg bisa kau suapi,
Tak sudi kami memakan arang dan baramu,
Jangan pernah kau remehkan kami semua,
Jangan anggap kami bisa kau cocoki dengan hasutanmu,
Maaf,kami hanya ingin kau tahu,
Azab tuhan telah memperlihatkannya padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar